23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pesona Aceh di mata selebgram Turki

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 22 August 2019 12:00 WIB

Selebgram Elif Kubra Genc berpose di depan hamparan pantai di wilayah Kecamatan Aceh Besar pada 18 Agustus 2019. @Dok. Elif Kubra Genc - Anadolu Agency
Selebgram Elif Kubra Genc berpose di depan hamparan pantai di wilayah Kecamatan Aceh Besar pada 18 Agustus 2019. @Dok. Elif Kubra Genc - Anadolu Agency

BANDA ACEH - Wajah Elif Kübra Genç terlihat syok saat menghadiri perayaan 480 tahun hubungan Aceh-Turki yang digelar di Banda Aceh. 

Selebgram dan blogger Turki ini mengaku tersanjung dengan apresiasi warga Aceh terhadap para leluhurnya yang hampir lima abad lalu menginjakkan kaki di sini.

“Saya sangat bangga kakek-kakek kami masih dihargai di sini,” ujar perempuan berusia 29 tahun ini kepada Anadolu Agency pada Selasa di Banda Aceh.

Dalam perayaan itu, Elif menjadi santapan swafoto para warga dan pejabat Aceh yang menyambut kehadirannya di lokasi.

Sesekali Elif juga melambai-lambaikan tangannya saat sejumlah kamera menangkap dirinya.

“Saya senang berada di sini,” kata gadis semampai ini.

Mahasiswa S2 Osman Gazi jurusan Pariwisata ini datang ke Aceh untuk melaksanakan program “Mentari dari Turki.”

Kegiatan ini merupakan inisiasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki guna mendekatkan hubungan kedua negara dengan menggelar seminar pendidikan, penyembelihan hewan kurban, bakti sosial, dan santunan.

Di situlah, Elif menikmati hari-harinya, membaur bersama warga dan menyelami denyut nadi kehidupan masyarakat kepulauan.

Gadis berhijab ini tidak menyimpan sendiri pengalaman ini. Sebagai netizen, Elif menumpahkan semua kekagumannya di media sosial.

Laman Instagram pribadinya yang diikuti lebih dari 100.000 followers tiba-tiba sesak dengan pesona alam Tanah Rencong.

Keindahan alam itu muncul secara eksotis dari sejumlah spot di Meulingge, Lampujang, dan Paloh di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

“Just happy, #indonesia #aceh,” tulis dia di akun istagram @elifkubragenc dengan latar pesisir pantai Lampujang.

Sontak saja, postingan-postingan Elif ini memancing komentar para pengikutnya.

Mereka mengeluarkan rasa penasarannya mengenai destinasi wisata di Nangroe Aceh Darussalam.

“Kamu beruntung berada di surga sekarang, semoga kamu menikmatinya,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi pemandu wisata ini menirukan komentar para followers-nya.

<!--EndFragment--><!--StartFragment-->

Sebagai aktor yang aktif mempromosikan pariwisata, alumni Istanbul University ini bertekad mengajak masyarakat Turki dan dunia internasional mengunjungi Aceh.

“Saya sangat senang memperkenalkan Aceh kepada dunia karena banyak destinasi wisata alam, sejarah dan budayanya,” kata Elif.

“Suatu saat, saya akan kesini lagi sebagai guide,” tambah dia. 

Elif tidak sendiri datang ke Aceh. Dia terbang ke bumi Nusantara bersama Edanur Yildiz, gadis Turki berusia 21 tahun.

“Bisa datang ke Aceh adalah mimpi yang menjadi nyata. Saya bahagia berada di Aceh," kata Edanur yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Indonesia.

Meski begitu, Edanur sudah tiga tahun ini aktif mempromosikan budaya, sosial, dan kehidupan warga Indonesia, khususnya Aceh, ke netizen Turki.

Dia menulis segala hal dari mulai sejarah, pariwisata, kehidupan sosial, makanan, adat istiadat, dan lain sebagainya.

“Saya sudah belajar Bahasa Indonesia,” kata Edanur memperagakan kebolehannya berbahasa kepada Anadolu Agency.

Maklum saja, Edanur sudah akrab dengan Indonesia dari persahabatannya dengan para mahasiswa Tanah Air yang menempuh studi di Turki.

Mahasiswa Selcuk University jurusan Sejarah ini tertarik menulis soal Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia.

Menurut Edanur, Aceh menyimpan khazanah melimpah mengenai sejarah hubungannya dengan Ottoman.

“Saya promosikan Aceh dan Indonesia melalui Instagram dan Twitter," terang Edanur yang memiliki 15 ribu followers Instagram ini.

Kecintaan Edanur dengan Aceh kian kuat saat melihat kehidupan Islami anak-anak di Aceh.

“Muslimnya hidup secara Islami. Setelah salat magrib, saya melihat anak-anak mengaji sampai isya,” terang dia. 

Kerja sama wisata
Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri tengah menjajaki kerja sama dengan Turki dalam sejumlah bidang.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan prioritas utama dalam kerja sama ini ada pada bidang pariwisata.

“Kita akan membuat MoU untuk memperkuat kerja sama,” ujar Aminullah kepada Anadolu Agency di Banda Aceh pada Selasa.

Namun untuk memperluas bidang kerja sama antar kedua pihak, Pemerintah Kota Banda Aceh ingin mengelaborasi kelebihan masing-masing daerah.

Hal ini guna menggali lebih jauh potensi bidang-bidang yang dapat dijalin kerja sama.

“Jadi saat orang Turki datang ke sini mereka tahu kelebihan-kelebihan kota Banda Aceh,” jelas Aminullah.

Aminullah menargetkan MoU ini bisa selesai pada 2020 agar kerja sama dapat lebih efektif berjalan.

“Insya Allah kami siap jika diundang ke Ankara dan dipertemukan dengan Presiden Erdogan,” kata dia.[]Sumber:anadolu agency

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.