18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sekar Sari Bicara Film The Man from The Sea di Banda Aceh

...

  • Jamaluddin
  • 23 February 2019 22:00 WIB

Setelah pemutaran Film The Man from The Sea (Laut), di Gedung Sultan Selim II, Banda Aceh, Sabtu, 23 Februari 2019. Foto Jamaluddin/portalsatu.com
Setelah pemutaran Film The Man from The Sea (Laut), di Gedung Sultan Selim II, Banda Aceh, Sabtu, 23 Februari 2019. Foto Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Seorang pemain film 'The Man from The Sea (Laut)', Sekar Sari, berperan sebagai seorang mahasiswi Aceh yang bergelut di dunia jurnalis,  mengatajan, sebelum main film itu telah belajar tentang Aceh baik lewat video-video dokumenter Aceh, dari buku dan dari sumber-sumber lainnya. 

"Awal ketika saya tahu akan terlibat di film ini gitu, ketika di Jogja saya langsung ke Asrama Aceh, ingin belajar bahasa dulu gitu, semoga ada yang bisa ngajarin, dan pingin ngobrol bagaimana sih Aceh. Setelah itu kita ada workshop di Jakarta belajar bahasa Aceh dengan PMTOH," kata Sekar Sari saat jumpa pers di Banda Aceh, Sabtu, 23 Februari 2019.

Sekar bersama produser, Willawati, hadir saat pemutaran film The Man from The Sea (Laut) di Banda Aceh. Pemutaran perdana itu digelar di Gedung Sultan Selim II, Sabtu siang.

Film karya Koji Fukada yang menghabiskan waktu syuting selama satu bulan itu dibintangi Adipati Dolken, Dean Fujioka, Sekar Sari, dan Taiga. Film kolaborasi antara Indonesia-Jepang itu berlatar belakang tsunami Aceh dengan memilih Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang menjadi tempat syuting. Sedangkan  pascaproduksi film itu lebih banyak dilakukan di Prancis dan Jepang.

Sekar mengatakan, latar belakang dibuatnya film itu adalah sebagai ajang silaturahmi. Ia merasa bahwa cerita itu akan berkesan bagi yang pernah mengalami tsunami. Dan yang menggabungkannya itu laut. Dalam film itu laut dibentuk dengan suasana yang mencekam seperti tsunami, tapi film itu diperankan oleh seorang manusia bernama 'Laut'. Di sisi lain laut juga sebagai teman, dan Indonesia dengan Jepang disatukan dengan tsunami.

"Saya yakin semua hal yang terjadi di kehidupan kita itu adalah yang terbaik. Saya belajar ini dari orang Jepang, mereka mengajarkan kita saat diskusi, tsunami ini buat kita bukan sebagai ancaman tetapi sebagai kawan. Makanya laut ini menjadi teman, menjadi kawan bagi orang-orang, dan tergantung bagaimana cara menilainya," kata Sekar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.