23 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sutradara Malaysia Mansor Puteh Bicara Tentang Film Halal

...

  • Jamaluddin
  • 11 January 2019 12:20 WIB

Mansor Puteh. @Jamaluddin
Mansor Puteh. @Jamaluddin

BANDA ACEH - Sutradara asal Negeri Malaysia Mansor Bin Puteh mengajak umat Islam untuk membuat film yang Islami, bersamaan dengan itu juga harus menolak film-film produksi Barat yang bertentangan dengan budaya Islam.

"Karena apa yang bagus bagi Barat belum tentu bagus bagi orang Islam, meskipun sebuah film itu telah berhasil meraih ratusan penghargaan oskar, tapi kalau ada najis, sedikit pun tak guna," kata Mansor kepada portalsatu.com di hari pertama di Aceh pada Kamis, 10 Januari 2019. Sore.

Pada kunjungannya ke Aceh selama 3 hari itu, di antara sejumlah agenda, salah satunya akan berdiskusi bersama di pemutaran film 'Aceh Tak Titis Air Mata' di Mini Theater BPNB Aceh pada 12 Januari 2019. Selain Mansor Puteh juga ikut Sastrawan Malaysia Malim Ghozali PK, yang akan tampil di acara bincang sastra dengan mahasiswa prodi bahasa dan sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat, 11 Januari 2019. Pukul 14 siang.

Mansor bin Puteh, terkait dengan dunia perfilman, juga telah menyarankan kepada berbagai dunia Islam seperti di Yaman dan Iran bahwa betapa perlunya mewujudkan seniman perfilman yang Islami di dunia Islam.

"Pertama sekali tahun 1994 saya dijemput untuk bentang kertas kerja di persidangan sutradara Islam sedunia di Tehran, saya cadangkan tentang perlu diwujudkan sinema dunia Islam untuk menonjolkan cerita-cerita dari sudut pandang kita bukan dari sudut pandang Barat," kata Mansor.

Mansor juga menilai, sekarang para pelaku politik dunia Islam harus mempelajari tentang dunia perfilman supaya bisa mengawal dan mewujudkan lahirnya sinema halal seperti halnya yang berlaku pada makanan, misalnya makanan halal.

"Satu pinggan nasi harganya 500 Dolar bahkan sedikit saja di dalamnya ada daging babi, bahkan kita mau makan, maka sama halnya juga meski film itu baik tapi bila di dalamnya ada orang bugil, bagaimana kita nak puji," katanya.

Dengan sebab itu bidang ini harus melibatkan puluhan juta umat Islam dan terlibat dalam bidang perfilman yang Islami supaya dapat memberikan faedah kepada generasi ke depan, dan bersamaan dengan itu umat Islam juga harus menolak film Barat yang bertolak belakang dengan Islam.

"Kita tak perlu puji film Hollywood yang bagus, tak perlu puja untuk lakon mereka yang hebat. Hebat itu untuk dia bukan hebat untuk kita," kata Mansor.

Misalnya gaya Barat bila memerankan seorang perempuan yang baik mereka akan menampakkan aurat atau berhura-hura dan melakukan adegan yang amoral dan itu bukanlah nilai-nilai yang baik untuk dicerna oleh umat Islam.

Mansor menyarankan supaya umat Islam membuat sistem yang memberikan peluang kepada umat Islam untuk berkarya serta menonjolkan film dengan jenis  seperti sastra Islam, novel-novel Islam, Cerpen-cerpen Islam yang melambangkan apa yang penting bagi umat Islam. Contoh cerita film yang bisa diangkat misalnya tentang cerita-cerita rintangan-rintangan yang terjadi di negara Islam yang jarang diketahui oleh dunia luar.

Mansor menambahkan, film itu tak berdausa, film itu adalah bahan untuk kita gunakan untuk mendukung kebaikan sama halnya juga dengan pena, bila ditulis sesuatu yang baik maka baik, dan bila digunakan untuk menulis tentang mengajak kepada maksiat maka akan mendapat dosa.

"Kita harus mengawal setiap pembuatan film itu untuk tujuan kebaikan. Kalau kita belajar keluar negara begitu pandai, tapi  bila kita gunakan kepandaian itu untuk keburukan maka baiknya tak usah belajar," katanya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.