05 December 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tahun Ini, Sutradara Tuanku Al-Absyar Produksi 36 Episode Film Dakwah di Aceh

...

  • Jamaluddin
  • 25 January 2019 17:37 WIB

Sutradara film Tuanku Al-Absyar di salah satu tempat persiapan shooting, Kamis, 24 Januari 2019 malam. @Jamaluddin/portalsatu.com
Sutradara film Tuanku Al-Absyar di salah satu tempat persiapan shooting, Kamis, 24 Januari 2019 malam. @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - PT. Lembah Seulawah Studio tahun 2019 akan memproduksi 36 episode film dakwah dengan pemeran utama, seorang ulama besar di Aceh, Tu Sop (Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab).

Sutradra film Tuanku Al-Absyar mengatakan keinginan membangun dunia film yang bernuansa edukasi sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu baik itu rencana membuat film fiksi atau dokumenter yang bermanfaat kepada masyarakat.

"Tokoh utamanya ini adalah Tu Sop, yang berperan di mana pun beliau berada, beliau sempatkan memberikan arahan religi, syara', dan di episode pertama bercerita tentang bagaimana cara kita menjadi caleg, dan tata kramanya, dan tentu pembuatan film ini tentunya telah mendapatkan dukungan penuh dari beliau," kata Tuanku Al-Absyar, Kamis, 24 Januari 2019 malam.

Tuanku merencanakan dalam tahun 2019 ini PT. Lembah Seulawah Studio akan memproduksi sekitar 36 episode dengan masing-masing episode berdurasi antara 10-15 menit, dengan genri filmnya tentang religi, dengan keadaan anak-anak muda dan dakwah masa kini.

"Apalagi kini masanya caleg dan segala macam, semoga kepemimpinan menjadi sehat, tidak saling menjatuhkan, dan caleg harus meneladani kepemimpinan Rasulullah," katanya.

Tuanku juga menceritakan tentang pengalamannya di dunia perfilman, sebelumnya Tuanku telah terlibat langsung serta aktif dalam pembuatan beberapa film nasional dan daerah. Dan waktu itu di Aceh sebagai pelopor membuat film untuk stasiun TVRI Aceh. Ia juga telah membuat film berjufbe The Lose City sebuah film fiksi dan ilmiah yang menceritakan tentang Gampong Pande.

"The Lose City adalah film sosialisasi kependudukan di Gampong Pande, di tanah bersejarah yang tidak terpedulikan, bahkan jinoe tateupu jiboh broh jitoh ek, jitoh 'ik dan segala macam, dan berbagai upaya penyamaran dan pembumi hanguskan tempat bersejarah bahwa di sana ada nenek moyang Aceh," katanya.

Tuanku mengatakan dalam pembuatan film serial religi 36 episode tersebut, ide-idenya telah dipersiapkan oleh penulis skenario Thayeb Loh Angen, dan berharap usaha ini kelak akan bisa memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat, terutama anak muda. Dan untuk sementara lokasi shooting sangat sederhana dikarenakan dana operasional minim namun pengerjaan tetap akan dilaksanakan dengan maksimal.

Episode pertama, kata Tuanku, disyuting pada Selasa ini, 29 Januari 2019, di Banda Aceh.

"Harapan saya kepada tim semoga solid bekerja, dan terus berjuang tidak memikirkan gaji besar yang sekarang bahkan belum ada, entah dari mana itu besok datangnya, tapi bagaimana kita bisa berbuat untuk umat, untuk masyarakat, dan saya pikir ini sangat kecil nilai perjuangannya bila dibandingkan dengan kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita dahulu yang luar biasa menyebarkan agama Islam, dan mempertahankan daripada orang-orang yang ingin menghancurkan agama Islam," kata Tuanku.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.