17 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Apel Jumat di Kantor Wali Kota Lhokseumawe: ‘Balek u Tempat Peucre-bre Barisan’

...

  • PORTALSATU
  • 30 August 2019 11:30 WIB

Foto: portalsatu.com
Foto: portalsatu.com

“Siap, grak,” kata Sufri saat memimpin Apel Pagi pegawai Kantor Wali Kota Lhokseumawe di halaman kantor itu, Jumat, 30 Agustus 2019, sekitar pukul 08.15 WIB.

“Istirahat di tempat, grak!”

“Siap, grak!”

“Hormat, grak,” kata Sufri yang adalah Kasubbag Agama pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Lhokseumawe.

Komandan Apel itu kemudian bergerak beberapa langkah dan berhenti sekitar dua meter di depan Pembina Apel, M. Amin, Staf Ahli Wali Kota Lhokseumawe bidang Kemasyarakatan dan SDM.

“Apel siap dilaksanakan,” ucap Sufri.

Balek u tempat,” kata M. Amin menggunakan bahasa Aceh, yang artinya “Kembali ke tempat.”

Setelah Komandan Apel kembali ke tempat, Pembina Apel mengatakan, “Barisan peupiyoh siat (barisan diistirahatkan)”.

Mendengar itu, para pejabat dan staf Kantor Wali Lhokseumawe yang menjadi peserta Apel Pagi sekonyong-konyong tertawa kecil sambil menundukkan kepalanya.

Para pejabat yang mengikuti Apel Pagi itu antara lain Asisten I Setda Lhokseumawe, Teuku Mohtar Mohamad Said, Kabag Pemerintahan Rifyal, Kabag Kesra Ustaz Misran Fuadi, Kabag Organisasi Ibrahim dan Kabag Hukum Muksalmina.

Piyoh, grak,” ucap Komandan Apel.

Pembina Apel, M. Amin kemudian menyampaikan amanatnya menggunakan bahasa Aceh. Dia menyatakan bahwa sesuai Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe tentang Penggunaan Bahasa Aceh di Lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe, mulai hari ini, Jumat, harus dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Aceh baik di kantor maupun di rumah masing-masing.

Namun, kata M. Amin, khusus berkenaan naskah dinas memang masih berlaku sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Jadi, bek pih deuh dalam naskah dinas meutuleh dalam bahasa Aceh, ta teupeu ditanyoe hana diteupeu digop enteuk. Cuman yang diutamakan ditanyoe adalah meututoe sabe keu droe-droe dilee (Jangan sampai dalam naskah dinas pun tertulis dalam bahasa Aceh, kita memahami, tapi tidak dipahami orang lain. Cuma yang diutamakan adalah kita berkomunikasi antarsesama secara lisan mengunakan bahasa Aceh),” ujar M. Amin.

Staf Ahli Wali Kota itu berharap para Kepala Bagian yang disebutnya “Ulee-Ulee Bagian” di Setda/Kantor Wali Kota Lhokseumawe mengontrol dan mengarahkan staf masing-masing untuk berkomunikasi dengan bahasa Aceh terutama setiap Jumat.

Seusai menyampaikan amanat, Pembina Apel memimpin hening cipta.

Komandan Apel lalu melaporkan kepada Pembina Apel bahwa Apel Pagi itu selesai.

Balek u tempat peucre-bre barisan (kembali ke tempat, bubarkan barisan),” kata Pembina Apel yang kembali disambut dengan tawa kecil para peserta Apel Pagi itu.

Komandan Apel membubarkan barisan peserta apel. Apel Pagi pegawai Kantor Wali Kota Lhokseumawe yang diwarnai penggunaan bahasa Indonesia bercampur-aduk dengan bahasa Aceh itupun selesai.

Raut wajah para pejabat dan pegawai Kantor Wali Kota Lhokseumawe tampak berhias senyum. Para pejabat itu lantas menunjukkan Surat Edaran Wali Kota tentang Penggunaan Bahasa Aceh di Lingkungan Pemko Lhokseumawe.

***

Apel Pagi itu adalah apel perdana hari Jumat setelah Wali Kota mengeluarkan Surat Edaran tentang Penggunaan Bahasa Aceh di Lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Surat Edaran Nomor: 050/339/2019, tanggal 22 Agustus 2019 itu ditujukan kepada Ketua DPRK, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para Keuchik, dan para Kepala Lembaga Pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Dalam Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe itu tertulis, “Bahwa dalam rangka menguatkan dan melestarikan nilai-nilai budaya Aceh, khususnya dalam penggunaan bahasa Aceh yang semakin hari semakin berkurang akibat pengaruh arus globalisasi serta pesatnya perkembangan kemajuan teknologi yang berdampak pada menurunnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan sosial budaya Aceh yang merupakan jati diri masyarakat Kota Lhokseumawe khususnya dan Aceh pada umumnya.

Bahwa penggunaan bahasa Aceh sebagai wujud penghargaan dan pelestarian budaya Aceh yang santun, ramah, bersahabat, dan bermartabat dalam bermasyarakat yang berfungsi sebagai pilar pertahanan dari pengaruh negatif budaya luar.

Bahwa bahasa Aceh sebagai alat pemersatu masyarakat Aceh pada umumnya, dan masyarakat Kota Lhokseumawe khususnya sehingga mampu mengaktualisasikan gagasan kreatif dan mengungkapkan nilai sejarah, budaya, dan tradisi, sebagai lingkup budaya masyarakat di Kota Lhokseumawe yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari. Dan sebagai media komunikasi untuk membentuk karakter masyaraat di Kota Lhokseumawe dalam pergaulan global, maka untuk melestarikan keberadaan dan kesinambungan penggunaaan bahas Aceh, kami (Wali Kota, red) mengimbau agar:

1. Membiasakan dan membudayakan penggunaan bahasa Aceh yang merupakan unsur utama kebudayaan daerah; 2. Menggunakan bahasa Aceh dengan lisan dan tulisan terhadap surat menyurat yang sifatnya internal pada setiap hari Jumat; 3. Penggunaan bahasa Aceh pada kegiatan belajar mengajar pendidikan bahasa, sastra dan budaya Aceh bagi peserta didik di setiap jenjang dan satuan pendidikan formal dan pendidikan nonformal sesuai dengan kurikulum muatan lokal; dan 4. Bagi aparatur pemerintah daerah, pimpinan dan anggota DPRK, para Keuchik, Imum Mukim beserta perangkat desa, pendidik dan peserta didik yang selain bahasa ibunya bahasa Aceh, maka diharapkan agar dapat menyesuaikan”.

***

Asisten I Setda Lhokseumawe, Teuku Mohtar Mohamad Said, diwawancarai para wartawan usai Apel Pagi itu mengatakan, “Hari ini kita memulainya, kita coba dan harus bisa. Karena kita ikut amaran pimpinan berupa Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe untuk kita memulai berbahasa Aceh setiap hari Jumat baik bahasa lisan maupun tulisan”.

“Sementara ini, setiap Jumat, kita berlakukan mulai pagi sampai akhir jam pulang kerja,” ujar Teuku Mohtar Mohamad Said.

Teuku Mohtar Mohamad Said menjelaskan, dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, “Kita diberikan keistimewaan dalam hal berbahasa. Jadi, kita juga ingin bahasa Aceh itu menjadi kebanggaan bagi orang Aceh, karena bahasa Aceh itu adalah bahasa ibu orang Aceh. Maka kita tidak perlu sungkan untuk berbahasa Aceh dalam keseharian”.

Bagaimana dengan tamu yang datang ke kantor-kantor Pemko Lhokseumawe? “Bagi mereka yang tidak bisa berbahasa Aceh, kita akan upayakan ada penerjemah,” kata Mohtar Mohamad Said.

Menurut dia, umumnya orang yang sudah lama bergaul di Aceh memahami bahasa Aceh. “Tapi mungkin dalam berbicara itu yang agak patah-patah. Oleh karena itu, nanti kita coba tuntun untuk kita sesuaikan,” tuturnya.

Mohtar Mohamad Said melanjutkan, “Semoga ini menjadi awal yang baik, karena bagaimana pun kita ingin Aceh punya kebanggaan melalui bahasa ibunya dulu, kemudian baru kita membuat hal-hal lain yang bisa mengedepankan Lhokseumawe itu sebagai daerah yang baik”.

Menjawab portalsatu.com, sebelum ada Surat Edaran Wali Kota, komunikasi pejabat dan pegawai Pemko Lhokseumawe setiap hari Jumat menggunakan bahasa apa, Mohtar Mohamad Said mengatakan, “Pada umumnya bahasa Indonesia, cuma campur. Karena kemarin itu belum ada edaran seperti ini maka tidak fokus menggunakan bahasa Aceh menjadi bahasa keseharian. Kita campur. Cuma mulai sekarang khusus setiap Jumat dengan adanya Surat Edaran itu kita jadi fokus menggunakan bahasa Aceh untuk bahasa pengantar sehari-hari”.

Menurut Mohtar Mohamad Said, surat menyurat secara internal juga akan menggunakan bahasa Aceh setiap Jumat. “Terutama kita mulai dari surat-surat yang sifatnya internal satuan kerja. Seperti halnya telaahan staf yang disampaikan staf kepada pimpinannya. Karena itu sifatnya internal, kita mulai menggunakan bahasa Aceh. Tapi kalau yang sifatanya eksternal kita masih mengikuti tata naskah sesuai ditetapkan oleh Depdagri (Kementerian Dalam Negeri),” ujarnya.

Mohtar Mohamad Said menegaskan, “Sanksi administrasi atau lainnya belum, karena ini baru edaran, seruan. Kita memahami, sebagai orang tua di daerah ini, Pak Wali punya kewajiban untuk mengingatkan hal-hal seperti ini. Bahwa itu nanti dipatuhi atau tidak dipatuhi, kita lihatlah nanti dalam pelaksanaannya”.[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.