29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


''Berlomba-lomba'' Melanggar Aturan Pilkada

...

  • BOY NASHRUDDIN
  • 18 November 2016 16:00 WIB

Spanduk Illiza-Farid dan Aminullah Usman-Zainal Arifin di Meunasah Induk Lamgugop Banda Aceh. @Boy Nashruddin Agus
Spanduk Illiza-Farid dan Aminullah Usman-Zainal Arifin di Meunasah Induk Lamgugop Banda Aceh. @Boy Nashruddin Agus

ILLIZA Sa'aduddin Djamal tersenyum simpul. Dibalut jilbab dan kostum putih berselempang hitam, merah, kuning dan hijau, petahana ini bersanding kompak dengan calon wakilnya, Farid Nyak Umar.

"Pilih Nomor 1, terbukti." Demikian satu kalimat tertera diantara keduanya. Di sisi kiri pasangan ini kemudian tertulis, "Illiza & Farid, Calon Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh 2017-2022. Banda Aceh: Kota Madani yang Islami."

Inilah yang terlihat di Jalan T. Lamgugop, Banda Aceh, Kamis, 17 November 2016. Senyum Illiza dan Farid abadi dalam selembar spanduk yang diikat rapi di pagar Meunasah Induk Lamgugop, Banda Aceh.

Tak hanya spanduk Illiza, di pagar meunasah itu juga "nangkring" Aminullah Usman dan Zainal Arifin. Mereka adalah pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Banda Aceh di Pilkada 2017. Sama halnya dengan Illiza-Farid, pasangan calon yang diusung beberapa partai politik itu juga tersenyum bangga. "Energi Baru untuk Banda Aceh" menjadi tulisan pemikat untuk para pemilih. Sementara "Mewujudkan Banda Aceh Gemilang" adalah jargon yang diusung kandidat ini.

JUMAT, 18 November 2016 siang. Kedua spanduk calon Walikota Banda Aceh itu masih setia "menyelimuti" pagar Meunasah Induk Lamgugop. Seakan-akan tak kunjung lelah disengat matahari atau diguyur hujan, dua spanduk itu kokoh meski diterpa angin. Dimana ada spanduk Illiza-Farid maka disitu pula ada Aminullah Usman-Zainal Arifin. Damai!

Berjarak 200-300 meter dari Meunasah Induk menuju Jalan T Nyak Arief, beberapa spanduk bernuansa kampanye pasangan calon juga terikat rapi di Puskesmas Lamgugop. Amatan portalsatu.com di lokasi tersebut, tidak ada spanduk yang dirusak apalagi dibakar. Namun tunggu dulu. Apakah aturan membolehkan alat peraga kampanye kandidat kepala daerah dipasang di meunasah dan puskesmas?

Melansir situs KIP Aceh, disebutkan selama jadwal kampanye, calon kepala daerah boleh memasang alat peraga kampanye untuk mempromosikan suatu pasangan calon. Namun, tidak semua tempat bisa dipasangi alat peraga kampanye seperti spanduk dan umbul-umbul. 

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ridwan Hadi mengatakan tempat yang dilarang misalnya tempat ibadah dan tempat pendidikan. “Juga gedung pemerintah, tangsi-tangsi militer, kepolisian, dan pohon-pohon,” ujarnya seperti dilansir situs kip.acehprov.go.id, Kamis, 17 November 2016.

Selain itu, pemasangan alat peraga kampanye juga harus memperhatikan keamanan, estetika lingkungan, dan keindahan kota. Ridwan berharap para pihak, terutama Panwaslih, mengontrol tempat yang dipasangi alat peraga kampanye agar tidak melanggar aturan.
Ridwan juga menginstruksikan penurunan alat peraga kampanye jika kedapatan melanggar aturan.

"Alat peraga kampanye sebelum dipasang harus terlebih dahulu diberikan kepada KIP Aceh, setelah dibuat berita acara, baru dicetak dan dipasang." Demikian keterangan yang disampaikan Ridwan Hadi dalam situs resmi KIP Aceh tersebut.

Lantas bagaimana dengan nasib dua spanduk calon Walikota Banda Aceh itu? Hingga berita ini diturunkan, nomor seluler Komisioner Panwaslih Banda Aceh, Sandra Farulian, yang hendak dikonfirmasi mengenai penertiban atribut kampanye belum bisa dihubungi. Nomor handphone yang dimilikinya juga tidak terhubung. Begitu pula dengan Ketua KIP Banda Aceh, Munawar Syah.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Illiza-Farid, Arif Fadhillah, beberapa kali dihubungi ke nomor pribadinya dalam nada sela. Untuk Aminullah Usman, belum merespon panggilan masuk dari portalsatu.com hingga petang tadi.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.