26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Ilmuwan dari Desa Miskin di Balik Misi India Sampai ke Bulan

...

  • BBC Indonesia
  • 14 June 2019 18:30 WIB

Dr. Mylswamy Annadurai adalah salah satu ilmuwan paling terkemuka di India. Ia berada di balik misi negara itu untuk ke bulan dan planet Mars.

Tiga tahun pertamanya di sekolah sangat tidak lazim: di bawah pohon, di beranda kuil desa atau bahkan di kandang sapi.

"Dulu saya membersihkan kotoran sapi sebelum masuk kelas. Baunya tidak hilang." Demikian dikatakannya.

Bagaimana kehidupannya?

Misi awal

Di tahun 1960-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing untuk misi luar angkasa. India mulai mengarah ke sana dengan peluncuran roket pertama tanggal 21 November 1963.

Annadurai tinggal di desa bernama Kodhawady, di negara bagian Tamil Nadu di mana sebagian penduduknya hidup dalam keadaan praindustri dengan akses kecil terhadap kesehatan dan pendidikan.

Pelajar teladan

Kemiskinan tidak menghentikannya menjadi murid yang pandai. Ia secara khusus suka dengan ilmu pasti dan matematika, tetapi tidak suka sejarah.

"Ayah saya pernah bilang, tujuan belajar sejarah adalah untuk membuat sejarah," katanya kepada BBC.

Ayahnya adalah guru sekolah yang menggunakan kemampuannya menjahit untuk mendapat uang tambahan. Uangnya cukup untuk menghidupi keluarga dan sedikit untuk disisihkan.

Annadurai saat itu tidak bisa membayangkan akan bersekolah tinggi, sampai tiba-tiba sesuatu terjadi.

"Ketika usia 12, dari radio saya mendengar ada beasiswa untuk pelajar di desa-desa. Saya pun melamar."

Berkat beasiswa itu, Annadurai bisa bersekolah di kota terdekat. Ia pun lulus sebagai pelajar terbaik di distriknya, dengan urutan 39 di seluruh negara bagian. Dengan prestasi itu, Annadurai bisa memperoleh beasiswa lagi.

Perjuangan awal

Tahun 1975, badan antariksa India meluncurkan satelit bernama Aryabhata dengan bantuan Rusia. Satelit itu dirancang untuk bertahan enam bulan, tetapi hanya bisa berfungsi selama empat hari.

Annadurai bergabung dengan badan antariksa India, Indian Space Research Organisation (ISRO) awal tahun 1980-an.

Sebagai orang Tamil, ia mengalami kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Hindi.

"Orang suka menertawakan bahasa Inggris saya," katanya.

Satelit pertama yang dirancanganya bisa mencapai orbit 400 km di atas Bumi, tetapi tak berjalan seperti rencana dan jatuh di Teluk Bengal.

Mengincar bulan

Annadurai sempat mengelola delapan satelit INSAT yang digunakan India mulai dari ramalan cuaca hingga penyiaran. Pada tahun 2003 ia sempat berpikir pindah ke perusahaan swasta sampai akhirnya dipilih untuk memimpin misi India untuk ke bulan.

Pada pertengahan Oktober 2008, satelit Chandrayaan-1 diluncurkan dari Sriharikota, 100 km sebelah utara kota Chennai. Satelit ini berhasil menancapkan bendera India di bulan dan memastikan keberadaan air di sana.

Media India merayakan sukses tersebut, tetapi banyak yang mempertanyakan proyek itu di tengah kemiskinan yang melanda jutaan orang di India.

Sikap Annadurai jelas. "Salah satu alasan utama kemiskinan adalah kurangnya peran serta India dalam revolusi industri. Sebagai bangsa dengan sumber daya manusia yang besar, kami tak bisa jadi penonton saja dan kehilangan kesempatan yang bisa didapat dari eksplorasi luar angkasa."

Ke planet Mars

Beberapa tahun kemudian di bawah kepemimpinan Annadurai, India menjadi negara pertama yang sukses mengirimkan satelit ke Mars pada percobaan pertama.

Diperlukan waktu sepuluh bulan lebih bagi Orbiter Mars milik India untuk mencapai si planet merah. Biaya yang dibutuhkan adalah US$73 juta, yang merupakan misi ke Mars yang paling minim biaya.

Chandrayaan-2

Bulan Juli tahun ini India akan meluncurkan misi ke bulan lagi, "Chandrayaan-2", 11 tahun sesudah misi pertama ke bulan. Fokus misi ini adalah permukaan bulan dan pengumpulan data tentang air, mineral dan formasi batuan bulan. Dr. Annadurai mengepalai misi ini di tahun-tahun awal.

"Ini merupakan misi paling rumit yang pernah kami coba," katanya.

Pengakuan

Dr. Annadurai ingin menyaksikan misi ini, tetapi ia pensiun di akhir Juli 2018.

Ia menjadi kepala komisi PBB dalam misi damai luar angkasa selama dua tahun. Ia juga menerima banyak penghargaan nasional dan internasional termasuk penghargaan tertinggi ketiga bagi orang sipil yang diberikan pemerintah India.

"Ketika berusia 10 tahun, saya ingin belajar berenang. Teman saya mengajak ke kolam pertanian besar dan menceburkan saya ke sana. Saya susah payah mencoba terus bisa mengambang. Takut sekali, tapi saya belajar dengan cepat. Lingkungan sulit seperti itu membuat saya sadar, pendidikan bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan."

Annadurai mengunjungi desanya secara reguler dan mengumpulkan dana untuk merenovasi gedung sekolahnya dulu.

Sejarah

Dr. Annadurai mengendarai mobil kecil dan tinggal di kawasan pemukiman sederhana. Ia menyatakan hidup dengan nyaman dan tak pernah menjadikan uang sebagai motivasi utama.

Ketika mengerjakan Chandrayaan-1, saya bilang ke teman satu tim: `Ini bukan sembarang proyek, kita sedang membuat sejarah.`"

Dr. Annadurai mungkin tak terlalu suka sejarah. Namun kisah hidupnya kini menjadi bagian kurikulum sekolah di Negara Bagian Tamil Nadu.[]Sumberbbc.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.