21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Melihat Jokowi Acungkan Jempol di Sail Sabang

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 03 December 2017 21:20 WIB

SEORANG pria berambut gondrong terlihat asyik mewarnai kain putih berukuran 2x4 meter. Tangan kanannya menggores-gores kuas basah bertinta warna. Sesekali dia menunduk, menyambar bilah papan yang sudah dipenuhi cat warna-warni. Hampir 12 jam, pria itu menekuni goresan-goresan tinta di kain itu. Namanya Muna. 

Pria yang bernama lengkap Munadiannur tersebut terlihat khusyuk mengasah bakat melukisnya di bawah tenda stand Expo Sail Sabang 2017, di Dermaga CT3 Sabang, Sabtu, 2 Desember 2017 malam. Muna akhirnya selesai menggambar di kain putih tersebut. Wajah Jokowi yang tersenyum, terpampang jelas di sana. Sangat mirip dengan aslinya. Dalam lukisan 3D itu, Jokowi terlihat mengacungkan jempol sembari duduk di kapal layar bertuliskan Sail Sabang 2017. Pada lukisan itu juga dihiasi beberapa ikon Pulau Weh, seperti Kilometer 0 (Nol) dan I Love Sabang.

Beberapa pengunjung terpesona melihat cara pria asli Langsa ini melukis. Mereka bahkan ikut mengabadikan gaya Muna melukis menggunakan kamera smartphone. Beberapa diantaranya bahkan mendokumentasikan aktivitas lulusan seni rupa lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, saat pria yang mengenakan baju kemeja kotak-kotak merah gelap itu membuat karikatur berbentuk 3D tersebut. 

Ini merupakan cara Muna untuk mempromosikan event Sail Sabang 2017.

Awalnya Muna menyiapkan karikatur tersebut untuk menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo di event Sail Sabang 2017. Namun sayangnya orang yang diharapkan batal menghadiri perhelatan di penghujung tahun tersebut. "Terus diwakilkan oleh Jusuf Kalla, tetapi JK juga tidak sempat main kemari karena hujan," ungkap Muna sedikit kecewa.

Muna kemudian menjelaskan maksud karikaturnya tersebut. Menurutnya Jokowi merupakan tokoh penting yang diharapkan menyambangi event Sail Sabang 2017. Muna mengimajinasikan Jokowi menaiki perahu layar saat bertandang ke Sabang. "Dengan adanya sedikit ikon Kilometer 0 (Nol), orang pasti tahu itu sudah pasti Sabang, karena tidak ada lain Kilometer 0 (Nol), sehingga ketika dia balik lagi ke Jakarta, dia akan katakan Sabang itu oke atau mantap," ujar Muna.

Muna mengaku sudah memiliki bakat melukis sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Dia juga memiliki basic kaligrafi yang diperolehnya saat mengenyam pendidikan di pesantren serta Lembaga Kaligrafi Alquran (Leka). "Di situ saya mendalami kaligrafi, setahun, terus tidak puas hanya sampai di situ dan kemudian pengen mendalami serta belajar lebih memgenai lukisan. Akhirnya kuliah di kampus seni," kata Muna.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.