21 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Cerita di Balik Pengejaran Napi Kabur
Mengendap-endap di Hutan, Saat Disergap Ternyata Dua Pria Pencari Belut

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 18 June 2019 16:30 WIB

Dua pencari belut yang sempat ditangkap karena tidak membawa identitas. Dok-Istimewa
Dua pencari belut yang sempat ditangkap karena tidak membawa identitas. Dok-Istimewa

LHOKSUKON – Pengejaran narapidana yang kabur dari Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, menyisakan cerita bagi sejumlah anggota Polres Aceh Utara. Mulai dari rasa lelah akibat kurang tidur karena menyusuri perkampungan warga, hingga mengendap-endap di kawasan hutan memburu yang mencurigakan.

Hal itu turut dialami enam sekawan, Bripka Agus Maulizar, Brigadir Jevri Nova, Brigadir Ulil Amri, Bripka Arfi, dan dua anggota lainnya. Setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dua pria mencurigakan mengendap-endap di hutan, mereka melakukan pengintaian hingga penyergapan. Siapa sangka, ternyata dua pria itu pencari belut yang sedang memasang perangkap burung untuk santapan makan siang.

“Kami mendapat informasi dari warga, ada dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan di kawasan hutan Gampong Meunasah Dayah, Lhoksukon. Warga curiga keduanya adalah napi yang kabur dari Rutan Lhoksukon. Menindaklanjuti informasi itu, kami berenam turun ke lapangan. Setelah berjalan beberapa ratus meter menyusuri kawasan hutan, akhirnya kami melihat ada sesuatu yang bergerak di balik semak-semak,” ujar Bripka Agus Maulizar akrab disapa Agezz, saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 18 Juni 2019.

“Setelah melakukan pengintaian sekitar 30 menit, kami melihat seorang pria yang berpakaian agak kumal karena kotor mengendap-endap di semak belukar. Tanpa menunggu lama, kami melakukan penyergapan. Satu di antaranya memakai jaket merah, satu lainnya pakai celana olahraga merah,” tutur Agezz.

Saat ditanyakan, apa yang dilakukan di hutan, pria itu menjawab sedang mencari belut. “Kami tanyakan lagi, ngapain di semak-semak. Dijawab, lagi pasang perangkat burung untuk makan siang, sambil cari belut. Kami tanyakan kembali, mana kartu identitas. Katanya enggak ada di kantong. Berjarak 200 meter dari lokasi itu ada seorang teman yang menunggu. Setelah berjalan menyusuri hutan, ternyata benar ada temannya lagi bersama tumpukan perangkap belut (bubu). Awalnya mereka memang mencurigakan, selain tidak punya identitas, mereka juga mengaku pendatang dari Stabat, Medan sehingga tidak tahu nama desa yang mereka kunjungi itu. Katanya, mereka tinggal di Matangkuli (Aceh Utara),” ungkap Agezz.

Tak lama berselang, dua pria tersebut dibawa ke Polres Aceh Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya, tadi ada dua pria yang dibawa ke polres oleh anggota. Keduanya dicurigai karena sedang mengendap-endap di hutan, dan tidak membawa tanda pengenal (KTP). Setelah kita koordinasi dengan pihak Rutan (Lhoksukon) untuk melakukan identifikasi terhadap keduanya, ternyata memang bukan napi yang kabur,” ucap Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah saat dihubungi portalsatu.com secara terpisah.

Lalu, kedua pria itu diizinkan pulang dan kembali mencari belut. “Anggota kita melakukan pengintaian dan penyergapan berdasarkan informasi dari warga, yang memang mencurigai kedua pria itu. Hingga saat ini kita masih di lapangan, menyebar untuk memburu para napi yang kabur itu,” pungkas Iptu Rezki.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.