24 August 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


'Merdeka' dan Hikayat Prang Sabi Bergema di Penutupan PBAK 2016 UIN Ar-Raniry

...

  • PORTALSATU
  • 01 September 2016 23:15 WIB

istimewa
istimewa

Suasana pagi hari itu kian bersahaja, semua mahasiswa baru telah berkumpul di lapangan sepak bola kampus UIN Ar-Raniry. Ribuan mata, menikmati cerahnya matahari berbalut dengan udara pagi. Wajah-wajah baru para generasi muda bangsa, terpampang berseri.

Kemarin, Rabu, 31 Agustus 2016. Merupakan hari yang ketiga dari peristiwa bersejarah itu sudah berlalu, namun masih menyisakan banyak kenangan bagi penulis sendiri. Umumnya bagi mereka-mereka yang turut merasakan kejadian di hari yang sudah terlewati itu, mungkin.

Di pagi hari Minggu, yang bertanggal 28 Agustus 2016 kemarin. Ribuan mahasiswa baru UIN Ar-Raniry, angkatan 2016 mulai berbaris di dalam format yang sudah ditentukan. Adapun tulisan ‘merdeka’ terbentuk, setelah semua mereka yang diposisikan berdiri ke dalam format tersebut.  

Mereka terlihat diam seribu bahasa, dan ini merupakan kegiatan pemula di hari penutupan PBAK tersebut. Pembawa acarapun mulai membuka acara, walau mahasiswa baru itu masih melakukan aksi diam. Kegiatan di pagi hari yang kian bersahaja itu terus berlangsung.

Kata-kata sambutan untuk yang pertama sekali, jatuh kepada Teuku Burhanuddin. Ia merupakan ketua panitia dari acara, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan yang akan ditutup secara resmi sesaat lagi. Karena hari itu adalah hari terakhir dari acara tersebut, di tahun ini.

Di kesempatannya itu, pemuda yang berbadan tegap agak brewokan tersebut. Mengatakan bahwa, peserta baru itu sengaja disusun ke dalam format yang menghasilkan tulisan ‘merdeka’. Dan mMaksudnya terhadap kata-kata merdeka yang terbentuk oleh kumpulan mahasiswa baru tersebut, ialah untuk segalanya.

Yang mana semua kita harus merdeka dalam pendidikan, pemikiran, pembodohan, merdeka dari korupsi, dari penjajah, kemiskinan dan pendapatan. Itulah maksud secara umum, dari kata-kata merdeka yang ia maksudkan.

“Karena bagi saya, kemerdekaan negara sendiri tidak ada gunanya. Jika belum mencapai pada kemerdekaan, yang saya sebutkan tadi. Maka kami membuat tulisan merdeka, dengan mengumpulkan  semua mahasiswa,” ujar Teuku Burhanuddin di kesempatan tersebut.

Ia juga menambahkan, inisiatif untuk membuat tulisan merdeka itu berawal dari kegiatan baksosnya ke pedalaman Aceh Timur bersama beberapa mahasiswa lainnya, dan letak sekolah yang bernama ‘Sekolah Merdeka’ tersebut tepatnya di kampung Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih.

“Saya teringat pada satu sekolah ‘Sekolah Merdeka’ namanya, yang ada di pedalaman Aceh Timur. Maka adalah ide untuk membuat tulisan merdeka di hari ini,” tambahnya pada kesempatan tersebut.

Setelah kesempatan Burhan untuk berkata-kata selesai, kini giliran presiden mahasiswa UIN Ar-Raniry, Nurul Ikhsan, untuk memberi sambutan selanjutnya. Pada waktunya itu, ia mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh panitia acara, oleh karena telah suksesnya acara raya itu.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Syamsul Rijal, dalam sambutannya juga berharap kepada mahasiswa baru itu. Haruslah semua mereka menjadi generasi-generasi yang merdeka. Ia pun menutup secara resmi penutupan PBAK 2016 tahun ini. Beberapa penampilan selingan di akhir acarapun dihadiahkan kepada adik-adik baru.

Dan setelah semua acara selesai, sebelum membubarkan diri. Semua mahasiswa itu, menyanyikan lagu Hikayat Prang Sabi dan syair Meuneumat Indatu. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Ar-Raniry 2016, telahpun usai di hari Minggu, di tiga hari yang sudah berlalu.[]

Laporan Syukri Isa Bluka Teubai

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.