22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Bantuan TMMD
Ramlah, Dulu 'Gubuk Derita' Kini Rumah Layak Huni

...

  • Fazil
  • 01 November 2019 00:30 WIB

Ramlah dan rumah layak huni. Foto Fazil/portalsatu
Ramlah dan rumah layak huni. Foto Fazil/portalsatu

Dua warga miskin di Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, selama ini tinggal di "gubuk derita" (Rumah Tidak Layak Huni/RTLH), akhirnya menerima rumah layak huni atau RLH yang dibangun prajurit TNI. RLH itu diserahkan kepada dua warga miskin di Plu Pakam pada hari penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106 tahun anggaran 2019 Kodim 0103 Aceh Utara, Kamis, 31 Oktober 2019. 

Kegiatan TMMD itu berlangsung sejak 2 Oktober 2019 lalu. Selama 29 hari, Satgas TMMD Kodim Aceh Utara berhasil menyelesaikan sejumlah pekerjaan fisik di wilayah terisolir itu. Di antaranya, pembangunan jalan 7 kilometer, RLH dua unit, dan lapangan voli. Sedangkan non-fisik, penyuluhan narkoba, Wawasan dan Kebangsaan, Bakti Sosial TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB), dan lainnya.

Adapun dua RLH itu diserahkan kepada Ramlah (50), dan Iskandar (48), yang selama ini menempati RTLH atau gubuk reyot. 

Pantauan portalsatu.com, gubuk milik Ramlah berdinding pelepah dan atap daun rumbia. Dinding gubuk berukuran 3 x 5 meter itu tampak bolong-bolong. Sebagian atapnya bocor. "Ketika hujan, saya menggunakan plastik hitam untuk menutupi dinding yang bolong-bolong supaya tidak masuk air. Tapi karena atap bocor, kami harus pindah-pindah tempat tidur," ujar Ramlah.

(Kondisi di dalam gubuk Ramlah. Foto: Fazil/portalsatu.com)

Di bagian dalam gubuk berlantai tanah tersebut ada dua tempat tidur terbuat dari papan dibalut karung bekas semen. Pembatas (sekat) bagian tengah dipasang bambu. Sedangkan di ruangan dapur yang sempit terlihat kayu bakar. Tidak ada tabung gas elpiji (LPG) 3 Kg.

Tidak ada pula meteran listrik di gubuk Ramlah. Hanya satu bola lampu di dalam gubuk, bantuan salah seorang warga setempat, tersambung dengan kabel listrik dari rumah tetangga Ramlah.

Ramlah memiliki tiga anak, Mutia Zahra (20), Ramazan (17) dan Cut Mahera (4). Ramlah sudah berpisah (cerai) dengan suaminya. 

"Saya bersama anak-anak menghuni rumah (gubuk) itu sudah tiga tahun. Itupun berkat bantuan warga dan aparatur gampong  membangun rumah alakadar," ucapnya.

Ramlah mengaku sekarang tinggal di rumah ditemani dua anaknya. Sementara anak satu lagi, Mutia Zahra, yang hanya mampu menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini bekerja di Banda Aceh. “Karena saya sudah dua tahun berpisah dengan suami, anak saya itu terpaksa kerja. Untuk memberikan nafkah kepada anak-anak, saya kerja di kebun warga lain, dapat upah sehari hanya Rp50 ribu,” ujar dia.

“Bahkan, saya pernah habis beras di rumah, tidak punya uang untuk beli di pasar, sehingga memberanikan diri minta beras pada tetangga, Alhamdulillah dibantu,” ungkap Ramlah.

Ramlah menambahkan, saat ini anaknya yang masih sekolah hanya Cut Mahera (4), murid Taman Kanak-Kanak (TK). Sedangkan Ramazan hanya sampai kelas VI Sekolah Dasar (SD). "Itupun tidak tamat karena kesulitan biaya," ucapnya.

Ramazan (anak Ramlah), mengatakan selama ini ia mengembala kambing enam ekor milik warga setempat. Itu dia lakukan untuk mendapatkan sedikit penghasilan agar bisa membantu keluarganya memenuhi kebutuhan hidup.

“Apalagi saya tidak ada kesibukan lain, sekolah pun tidak ada lagi. Dulu saya hanya sampai kelas VI SD, tidak tamat karena tidak sempat mengikuti ujian akhir, terkendala biaya sekolah,” ujar Ramazan.

Rumah Bantuan TMMD

Kondisi gubuk milik Ramlah yang tidak layak huni itu akhirnya mendorong Satgas TMMD Kodim Aceh Utara membangun rumah bantuan semi permanen untuk warga miskin tersebut. RLH itu dibangun persis di depan gubuk dasar milik Ramlah. RLH beratap spandek galvalum warna merah maron tersebut dilengkapi dua kamar, berlantai semen, jendela kaca serta terpasang meteran listrik siap pakai. 

“Saya bersyukur sekali atas bantuan rumah dari TNI Kodim Aceh Utara, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada TNI dan geuchik gampong maupun masyarakat yang sudah memberikan bantuan ini,” ucap Ramlah.

Geuchik Gampong Plu Pakam, Ridwan Zakaria, menyebutkan secara keseluruhan di gampong itu masih ada 12 warga lagi yang rumahnya tidak layak huni tersebar di dua dusun. Yakni Dusun Pakam dan Dusun Biram. Ke depan pihaknya akan berupaya membangun rumah untuk kaum duafa di gampong itu dengan Dana Desa (DD). Sebelumnya, juga ada rumah warga miskin yang dibangun menggunakan DD. 

Ridwan menjelaskan, selain Ramlah, satu warga miskin lainnya yang mendapat bantuan RLH dari kegiatan TMMD Kodim Aceh Utara ialah Iskandar. "Dia itu memang sama sekali tidak ada rumah, selama ini menempati rumah milik orang, pinjam pakai untuk tempat tinggal bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Sekarang Iskandar mendapatkan bantuan dari TNI sehingga sudah memiliki rumah yang dibangun di lahannya sendiri di gampong ini," ujarnya.

“Aktivitas Iskandar sehari-hari berkebun dan memelihari sapi milik orang lain. Akan tetapi, untuk sementara ini dia sudah pulang ke rumah saudaranya di kawasan Matangkuli (Aceh Utara) karena ada keperluan,” ungkap Ridwan.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco, mengatakan sejumlah pekerjaan sudah selesai dikerjakan 100 persen selama TMMD tersebut. Yaitu pembangunan jalan 7 kolimeter dengan lebar 6 meter (rumah milik Ramlah persis di samping jalan itu), pemasangan gorong-gorong, pembangunan dua rumah layak huni untuk dua keluarga yang selama ini menempati RTLH, membangun lapangan voli, pengecetan meunasah (surau) di gampong tersebut, juga sejumlah kegiatan nonfisik lainnya.

“Di lokasi jalan yang dibangun 7 kilometer itu, sebelumnya jalan setapak yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki, sepeda motor pun tidak bisa melintas. Sekarang bisa dilalui bukan hanya sepeda motor, mobil pun sudah dapat melewati jalan itu,” ujar Agung.

Menurut Agung, saat pelaksanaan pekerjaan fisik itu, pihaknya juga melibatkan masyarakat gampong setempat dan unsur kepolisian maupun instansi pemerintah daerah. “Karena tujuan utama TMMD in untuk membangun wilayah terpencil yang terisolir. Misalkan pembangunan jalan untuk dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas petani di desa, sehingga secara tidak langsung akan mendorong kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Agung berharap dengan sudah ada pembangunan infrastruktur seperti itu, masyarakat maupun pemerintah daerah dapat terus merawat sarana tersebut. 

TMMD Reguler ke-106 TA 2019 Kodim 0103 Aceh Utara itu ditutup LO AL Kodam IM, Kolonel Marinir M. Umam melalui upacara penutupan di Lapangan Gampong Plu Pakam. Turut hadir Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto, Kolonel Kav Budi Edward dan Kolonel Inf Sainul Alam (Pendamping LO Laut/AL), Forkopimda Aceh Utara, serta masyarakat setempat.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.