24 August 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Senyum Amin yang Ingin Berjalan Lagi

...

  • M FAJARLI IQBAL
  • 20 November 2016 17:00 WIB

Amin. @Fajar
Amin. @Fajar

BANDA ACEH - Ia kembali membetulkan bantal yang menjadi sandaran kepalanya. Sesekali ia mengubah posisi tidur agar lebih nyaman. Tak jarang ia juga menarik selimut untuk menutupi kaki kirinya yang sudah tiada. Namanya Amin, ia terkulai lemas di atas tempat tidurnya.

Amin adalah salah seoarang anak yang lahir di bagian tengah Aceh tujuh belas tahun lalu. Ia lahir dengan kedua kaki normal sampai kanker menyerang tulangnya. Amin yang dulunya bisa berlari kini hanya terkulai di atas pembaringan karena kaki kirinya terpaksa diamputasi.

Pun demikian Amin tetap tersenyum. Saat portalsatu.com menyambanginya Rabu 16 November 2016 di rumah singgah penderita kanker, ia tak segan-segan memperlihatkan senyumannya. Meski terlihat ada sesuatu yang ia tahan dalam senyumannya itu. Sesuatu yang sulit dipahami oleh orang yang memiliki dua kaki utuh.

Amin kini tinggal di rumah singgah anak penderita kanker yang dikelola oleh Ratna Eliza sebagai founder Children Cancer Care Community (C-Four Aceh), sebuah komunitas peduli anak penderita kanker. Di rumah yang terletak di Lamprit, Banda Aceh itu ia bisa beristirahat sejenak sembari menunggu pengobatan selanjutnya yang akan dilakukan beberapa hari kemudian.

Dalam obrolan santai Amin bercerita ingin berjalan dan sekolah lagi. Atau jika tak mungkin demikian, ia tetap ingin mandiri tanpa menyusahkan orang lain. Amin ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Amin ingin jadi pengusaha.

"Kalau nggak bisa sekolah lagi saya ingin buka usaha saja," ucap Amin pelan, ragu-ragu tapi masih berharap.

Bukan pekara mudah bagi Amin untuk bangkit. Ia bahkan pernah hampir tak punya semangat lagi untuk hidup. Namun berkat pamannya dan kakeknya, ia kembali bangkit dan tersenyum kembali. Meski tanpa didampingi ibu dan ayahnya, Amin tetap tegar dalam menjalani hidup.

Harapan itu datang. Ternyata ada pihak yang ingin Amin bisa berjalan lagi. "Kita sedang menunggu bantuan kaki palsu untuk Amin. Dia ingin berjalan lagi," ucap Ratna kepada portalsatu.com.

Akan tetapi bukan hanya itu yang menjadi kekhawatiran Amin. Ia terus membayangkan bagaimana kelanjutan hidupnya dengan hanya mengandalkan satu kaki. Amin ingin menjadi pengusaha tapi modal selalu menjadi kendala. Amin tahu hal itu tak mudah dan ia akan terus berusaha.

Paman Amin, Nazar, selalu ada di sampingnya. Ia pun terus berdoa untuk kesembuhan Amin. Meski kedua orang tuanya tak lagi mengunjungi Amin. Akan tetapi ia sadar akan kekurangannya dalam materi. Ia tahu tak mudah mencari modal agar Amin bisa memulai usahanya.

"Nggak tahulah pak, mungkin akan saya ajak dia ke kebun," ucap Nazar lemah.

Amin dan pamannya tak begitu saja menyerah dalam menjalani hidup. Mereka percaya bahwa akan ada hikmah dalam setiap peristiwa. Mereka juga percaya akan ada kemudahan setelah menjalani kesulitan. Saat portalsatu.com pamit, Amin pun kembali tersenyum.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.