23 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Syal Palestina Menjelang Ramadhan di Masjid Raya

...

  • PORTALSATU
  • 13 May 2018 10:40 WIB

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 11 Mei 2018. @Jamaluddin
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 11 Mei 2018. @Jamaluddin

SYAL bergaris hitam kecil tersulam menyilang di atas kain putih dengan dua warna bendera, merah-putih dan Pelestina itu melilit di antara bahu kiri-kanan beberapa lelaki. Mereka berdiri di antara tiang-tiang gerbang masuk arah timur.

Tiga lelaki itu terlihat sedang berbicara dengan temannya, sementara beberapa lainnya sedang membawa peralatan acara ke mobil pickup. Acara telah selesai.

Di depan gerbang sebelah timur Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, satu panggung terlihat dengan altar merah membentang, sisi-sisi sekelilingnya dibaluti dengan kain hitam.

Panggung itu berlatar belakang satu dinding baliho yang bertuliskan ‘Aksi Aceh Bebaskan Baitul Maqdis’ di bawahnya melekat sebanyak dua puluhan logo-logo kecil dari lembaga pendukung aksi. Di atas baliho tersebut terdapat enam bendera dan satu bendera penyelenggara acara Komite Nasional Untuk Rakyat Pelestina (KNRP).

Gadis-gadis behijab bercadar berdiri di sekeliling sisi menara, Petang Jum’at, 11 Mei 2018, unjuk rasa telah usai, sementara gadis lain-lainnya berpakaian jilbab biru muda berjalan di antara halaman dekat gerbang timur. Gadis-gadis itu menghiasi hampir setengah halaman timur Masjid Raya.

Pot-pot bunga besar yang ditumbuhi bunga, tertata di antara tanaman-tanaman hias lainnya di halaman timur, jalan-jalan terbeton, di sini tempat.

Sementara di belakang menara di sisi kiri kanan masjid masing-masing terdapat enam payung raksasa, dengan kolam air mancur sederhana tak jauh dari hadapan teras masjid. Taman -taman kecil disemai, Masjid Raya semakin indah dengan memiliki fungsi sebagi tempat ibadah dan juga sebagai objek wisata islami terbaik yang ada di Banda Aceh

Juga di utara luar pagar Masjid, di jalanan terlihat dua bus merah terparkir di dekat pagar utara-timur masjid Raya, dan belasan mobil pribadi, juga beberapa pedagang kaki lima penjual peci terlihat berdiri di depan dagangannya, dan di sana juga terlihat dijual peci putih berbendera Palestina.

Ketika kita menuju ke  gerbang sebelah utara Masjid, di sana terlihat pedagang mainan anak-anak telah warna baru pada tampilan di depan pintu masuk menjadi warna-warni, menjual dagangannya tepat di depan pintu, di dekat pagar yang dibentang tulisan ‘Dilarang berjualan di pintu gerbang Masjid Raya Baiturrahman’. Penertiban kini lebih fokus ke gerbang selatan, dan timur, atau di arah jalur masuk ke tempat parker bawah tanah.

Masyarakat yang ingin masuk melalui pintu utara kini harus berjalan merapat dekat dinding pagar. Sementara seorang petugas pengutip pajak sedang berjalan dari satu penjual ke penjual lainnya. Seorang penjual di depan gerbang terlihat memberikan uang lima ribu.

Sedangkan di pagar di utara lainnya juga satu spanduk amaran milik para Kelompok Becak Ranup tergantung di pagar mesjid yang berisi pelarangan bagi gojek dan grab supaya tidak mengambil sewa di lingkungan mereka bekerja.

Sementara di jurong-jurong pasar Aceh, di antara kiri-kanan ruko, di kaki lima  yang sempit sedang ramai didatangi, dilintasi para pembeli.

Sedangkan di jurong di sebelah barat masjid, beberapa pedagang peci, manik-manik dan tasbih menjadi pemandangan yang khas.

Di antara barang-barang dagangan tersebut ada satu peci merah khas Aceh bergaris putih, hitam di tengah putih menghiasi pinggir bawah peci.

Di ruang parkiran bawah tanah Masjid Raya suara bising menggema memenuhi seluruh ruangan, dari sana ada dua tangga menuju ke atas, ke halaman masjid. Di dinding gerbang masuk dari lantai parkir sebelah kiri halaman masjid terekat satu amaran,

Muslim pria, harus memakai pakaian yang sopan, dilarang memakai celana pendek, dilarang merokok, dilarang duduk berdua-duaan yang bukan muhrim.

Muslim Wanita, harus memakai pakaian muslima,. dilarang memakai pakaian ketat.

Non Muslim, diwajibkan memakai jubah yang disediakan di counter jubah, mengikuti arahan dari petugas yang ditetapkan.

Kegiatan yang dilarang di area masjid, berjualan, mengemis, menyemir sepatu jamaah atau pengunjung, dan membuang sampah sembarangan.

Dilarang memasang spanduk di sepanjang pagar masjid, dilarang penggalangan dana tanpa izin pengurus, semua kegiatan di area masjid harus dihentikan saat azan dimulai’.

Sedangkan di selatan masjid, di seberang jalan terlihat ada beberapa spanduk di pagar tentang kegiatan politik  dari seorang putra Aceh yang pulang gampong, sementara di kejauhan di sana lewat tiang-tiang tembok beraneka warna, taman Bustanussalatin terlihat indah.[]

Penulis: Jamaluddin.

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.