25 May 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tengku Juned Masuk, Ayahwa Menghilang

...

  • PORTALSATU
  • 26 October 2016 12:45 WIB

Ismail A. Jalil (Ayahwa), Ketua DPRK Aceh Utara. @IST
Ismail A. Jalil (Ayahwa), Ketua DPRK Aceh Utara. @IST

“DI sini saja konferensi pers bersama Ketua DPRK,” kata Tengku Junaidi akrab disapa Tengku Juned dalam bahasa Aceh. Ketua Panitia Anggaran DPRK Aceh Utara itu mensilakan para wartawan menempati kursi di ruangan serba guna lantai dua gedung dewan.

Di ruangan itu tampak Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A. Jalil akrab disapa Ayahwa bersama sejumlah anggota dewan. Mereka tengah bersantai sambil merokok usai rapat paripurna penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kepala Daerah dengan Pimpinan DPRK tentang KUPA dan PPAS-P 2016, Selasa, 25 Oktober 2016, malam.

Malam itu, para wartawan ingin mengkonfirmasi sikap konkret DPRK terkait pengembalian sebagian besar dana perkara korupsi pembobolan deposito Rp220 miliar yang sudah diterima Pemerintah Aceh Utara sejak Maret-April 2016, namun tanpa pemberitahuan kepada dewan. Juga tentang penganggaran duit tersebut dalam rancangan PPAS-P 2016. Selain itu, para wartawan ingin meminta tanggapan dewan soal informasi bahwa sejumlah proyek fisik bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sudah dikerjakan, akan tetapi anggarannya baru dimasukkan dalam rancangan PPAS-P 2016.

“Konferensi pers di ruangan sidang saja,” ujar Ayahwa kepada Tengku Juned dalam bahasa Aceh.

“Mengapa tidak di sini saja (ruangan serba guna),” kata Tengku Juned.

“Di ruangan sidang saja,” ujar Ayahwa, kali ini lebih tegas.

Tengku Juned dan sejumlah anggota dewan lantas masuk ruang sidang, disusul para wartawan. Sementara Ayahwa bersama salah seorang anggota dewan tetap duduk di ruang serba guna.

Di ruangan sidang, Tengku Juned yang merupakan anggota dewan dari Partai Aceh (PA) duduk di kursi pimpinan DPRK. Ia didampingi anggota Panita Anggaran (Panggar) DPRK Muhammad Nasir Taher akrab disapa Abu Rizal (PA), Fauzi akrab disapa Cempala (PA), Misbahul Munir akrab disapa Rahul (PNA), dan Tengku Marhaban Habibi (PPP).

“Kemana Ayahwa, mengapa belum masuk,” Tengku Juned bertanya kepada anggota dewan lainnya.

Ayahwa hana le, mungken ga geutron u yub atau ka geuwoe (Ayahwa tidak ada lagi di ruang serba guna, mungkin sudah turun ke lantai dasar atau sudah pulang),” kata pegawai Sekretariat DPRK kepada Tengku Juned.

That gura,” ujar Tengku Juned dengan raut wajah kecewa.

Tengku Juned lantas mengambil telpon genggamnya dan menghubungi seseorang. “Ho neuh, ho neujak (Di mana, pergi kemana),” Tengku Juned bertanya, lalu menutup telpon.

Tengku Juned lantas melayani pertanyaan para wartawan soal pengembalian dana dari kasus pembobolan deposito yang sudah diterima Pemerintah Aceh Utara, dan proyek dari DAK telah dikerjakan sejumlah SKPK tapi anggarannya baru dimasukkan dalam rancangan PPS-P 2016.

Sementara Ayahwa diperkirakan telah meninggalkan gedung DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe menembus pekatnya malam menuju Pantonlabu. Ia berdomisili di “kota pisang sale” itu. Kader PA tersebut merupakan peraih suara terbanyak Pemilu Legislatif Aceh Utara tahun 2014. Ayahwa juga tercatat sebagai anggota DPRK Aceh Utara dari PA periode 2009-2014.

“Dulu, tak lama setelah dilantik menjadi Ketua DPRK (masa jabatan 2014-2019), Ayahwa mengundang para wartawan ke ruangan kerjanya. Dengan meyakinkan, ia menyatakan akan selalu membuka pintu untuk wartawan, melayani konfirmasi, dan tidak akan menghindar,” ujar satu sumber.

Dan malam tadi, Ayahwa meminta Tengku Juned masuk ruangan sidang untuk konferensi pers, sementara ia sendiri menghilang. Itulah Ayahwa.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.