24 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Serba Canggih, Buka Pintu Rumah Pakai 'Gadget'

...

  • KOMPAS
  • 02 December 2015 21:00 WIB

Berkonsep efisiensi energi, Spaceship Home dibangun di lahan sekitar hutan. Penggunaan teknologi di dalamnya membuat rumah ini layaknya kapal ruang angkasa sungguhan. @kompas
Berkonsep efisiensi energi, Spaceship Home dibangun di lahan sekitar hutan. Penggunaan teknologi di dalamnya membuat rumah ini layaknya kapal ruang angkasa sungguhan. @kompas

Studio arsitek asal Barcelona, NOEM merancang rumah untuk sutradara sekaligus penggemar fiksi sains menyerupai pesawat ruang angkasa.

Bagi penggemar fiksi sains, tinggal di kapal luar angkasa merupakan impian tersendiri. Studio arsitek asal Barcelona, NOEM merancang rumah untuk sutradara sekaligus penggemar fiksi sains menyerupai pesawat ruang angkasa.

Lokasinya berada di lahan berhutan di La Moraleja, pinggiran kota Madrid, Spanyol. Rumah ini disebut The Spaceship Home, dan dibangun untuk menjadi pusat perhatian di lingkungan sekitar.

"Bangunan ini dirancang sebagai tempat spesial bagi dia (sang klien) untuk menikmati lingkungan yang penuh kedamaian dan bertemu dengan teman-temannya tanpa gangguan dari siapa pun," kata sang arsitek Rosa Vilarasau.

Rancangan The Spaceship Home mengacu pada kecepatan dan mencapai standar "passivhaus" atau efisiensi energi.

Oleh karena itu, arsitek memaksimalkan ventilasi alami dan insulasi bukan menggunakan sistem listrik layaknya rumah kebanyakan.

Selain itu, The Spaceship Home juga merefleksikan gairah sang empunya rumah untuk memiliki bioskop fiksi ilmiah dan sistem otomatisasi rumah.

"Di awal proses perancangan kami menggambarkannya melayang di hutan dengan bentuk rumah seperti kapal ruang angkasa dan dia menyukainya. Kami lalu langsung membuat rancangan The Spaceship Home dengan menggabungkan banyak film fiksi sains," jelas Vilarasau.

Sebuah konstruksi prefabrikasi terdiri dari tiga modul kayu yang melekat pada bingkai logam digunakan untuk membentuk struktur.

Hanya dalam waktu dua bulan, para arsitek itu sudah mampu menegakkan The Spaceship Home.

Eksteriornya terbuat dan dipelitur lembaran baja galvanis sehingga menghasilkan estetika teknis bangunan. Sementara itu struktur kayu menjamin kinerja termal dalam rumah menjadi lebih baik.

Rumah ini ditinggikan empat meter dari atas tanah dengan menggunakan kaki-kaki metal.

Posisi tinggi itu memberikan panorama puncak pohon di sekitar rumah, terutama dari teras besar yang membentang panjang di salah satu tepi rumah.

Untuk mengakomodasi akses tinggi ke pintu masuk, NOEM menggunakan tangga bergulir milik maskapai penerbangan Spanyol, Span Air yang dibeli dari Bandara Barcelona.

NOEM benar-benar membuat rumah ini layaknya kapal ruang angkasa sesungguhnya.

Hal itu tercermin dari integrasi gawai yang mengotomatisasi banyak layanan dan memungkinkan pemilik rumah mengendalikan The Spaceship Home dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi.

Misalnya ketika menyalakan lampu, pemilik rumah hanya tinggal menyalakan ponselnya. Kemudian sebuah sensor akan menerima sinyal tersebut dan mengonfirmasi untuk menghidupkan lampu ketika rumah gelap.

Tak hanya lampu, pintu depan juga dibuat otomatis dengan penerapan mekanisme pantograph yang memungkinkan pintu terbuka sedikit atau lebar.

Begitu pintu terbuka, akan ada suara rekaman seperti yang ada di film-film klasik ruang angkasa. Di dalamnya terdapat ruang kontrol terinspirasi film Star Wars milik George Lucas.

Ruang kontrol itu dilengkapi dua komputer tablet yang dapat digunakan untuk mengelola layanan teknis, termasuk pencahayaan, pemanasan, keamanan dan sistem suara.

Area kontrol itu berada di modul yang menggabungkan kamar mandi dan dapur. Dua modul berikutnya ada di kedua sisi rumah dengan salah satunya terdiri dari kamar tidur dan ruang belajar.

Sementara satu lagi terdiri dari dapur, ruang makan, lounge, dan teras.

Lampu latar LED yang dapat disesuaikan semakin meningkatkan nuansa futuristik interior The Spaceship Home.

Lampu hijau pada sisi eksterior dan lampu merah di atap mengingatkan pencahayaan navigasi di pesawat.

"Pembangunan rumah ini lucu dan fantastis tapi cukup menantang untuk mengintegrasikan semua halnya ke dalam konsep 'passivhaus'," kata Vilarasau. | sumber : kompas

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.