25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Arif, 'B-Boy' Kaki Satu Hingga Jadi Pemilik Kedai Kopi

...

  • KOMPAS
  • 10 November 2017 09:40 WIB

Arif Setyo Budi, B-Boy dengan kaki satu saat tampil dalam Eksebisi Perform Nalitari di Yogyakarta pada tahun 2015.(Dok. Arif Setyo Budi) via Kompas
Arif Setyo Budi, B-Boy dengan kaki satu saat tampil dalam Eksebisi Perform Nalitari di Yogyakarta pada tahun 2015.(Dok. Arif Setyo Budi) via Kompas

Cacat fisik tidak berarti cacat segala-galanya. Masih ada harapan untuk menatap hari-hari ke depan. Begitulah komitmen yang tertanam dalam diri Arif Setyo Budi (30), seorang breakdance atau B-Boy dengan satu kaki.

Sore itu, Senin (6/11/2017), Arif, biasa ia disapa, sedang sibuk meracik kopi untuk pelanggannya di Kedai Gubug Kayu, Jalan Gresik 1E Kota Malang. Di tangan kanannya, terselip sebuah tongkat yang menggantikan fungsi kaki kanannya yang putus akibat kecelakaan kerja.

Ketika itu, tahun 2007, saat baru bekerja di bagian produksi salah satu pabrik plastik di Krian, Kabupaten Sidoarjo, Arif yang masih berusia 20 tahun mengalami kecelakaan kerja.

Paha bawahnya yang terselip pada salah satu mesin produksi putus dan harus diamputasi. Saat itu, ia menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya.

"Waktu itu baru kerja. Dapat enam bulan kerja, lalu kecelakaan kerja," kenangnya di sela kesibukannya melayani pelanggannya.

Setelah tidak memiliki kaki kanan, lulusan SMK Nasional Kota Malang itu harus mengakhiri pekerjaannya. Ia dikeluarkan dari perusahaan tempatnya bekerja dengan sejumlah pesangon.

 

Arif memaklumi situasi yang baru dialaminya. Cacat fisik yang baru dialaminya membuatnya tidak lagi berkualitas untuk dunia kerja. Hingga kemudian, pria kelahiran Malang, 15 Mei 1987 itu memilih untuk menjalani hari-harinya dengan membuka usaha.

Melalui uang pesangon yang didapat, ia lalu membuka Warung Internet atau Warnet di rumahnya yang ada di Ngaglik Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Dari awal kecelakaan itu memang saya sudah menyadari ini sudah jalan dari Allah. Itu yang pertama kali muncul dalam hati waktu kejadian," katanya.

"Ini yang membuat saya tidak sempat nge-down, nge-drop dan prustasi. Ya saya biasa saja. Saya langsung berpikir buat usaha. Lalu langsung buka warnet di rumah," imbuhnya. | sumber : kompas

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.