25 June 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bagaimana Mengatasi Ketakutan Berbicara di Depan Umum?

...

  • IHAN NURDIN
  • 15 June 2017 14:50 WIB

Founder dan CEO Qiu Institute, Qudus Husein, S.H. CH. Cht. L-NLP melakukan praktik langsung pada salah satu peserta@istimewa
Founder dan CEO Qiu Institute, Qudus Husein, S.H. CH. Cht. L-NLP melakukan praktik langsung pada salah satu peserta@istimewa

BANDA ACEH - Pernah merasakan gugup atau takut saat ingin berbicara di depan publik? Atau mungkin merasakan gejala fisik lainnya seperti gemetar, ingin buang air kecil, atau perut terasa seperti mual.

Kondisi di atas adalah respons tubuh seseorang manakala ia mengalami ketakutan saat ingin tampil atau berbicara di depan publik.

Founder dan CEO Qiu Institute, Qudus Husein, S.H. CH. Cht. L-NLP saat menjadi pembicara dalam pelatihan public speaking yang bertajuk "Dare to Speak Up" pada Minggu, 11 Juni 2017 pekan lalu di Museum Tsunami Aceh mengatakan, ada lima alasan utama orang takut bicara di depan umum.

"Pertama karena pengalaman buruk masa lalu, sehingga menimbulkan trauma yang membuatnya enggan untuk berbicara lagi di depan orang banyak," kata Qudus di depan puluhan peserta.

Selanjutnya adalah keengganan yang muncul akibat kurangnya rasa percaya diri seseorang. Lalu karena takut salah, tidak tahu apa yang ingin disampaikan dan takut ditertawakan oleh audiens.

"Ketakutan-ketakutan ini akhirnya berdampak pada tubuh, misalnya muncul keringat dingin saat akan tampil. Badan tiba-tiba jadi merasa lemas dan terasa sesak," katanya.

Namun hal itu bukan tidak bisa disiasati. Kuncinya kata Qudus, ada pada pikiran kita masing-masing.

"Pikiran itu liar sekali, tapi kita bisa jadi tuan atas pikiran kita sendiri kalau tahu metodenya."

Pikiran dan tubuh kata dia adalah satu kesatuan yang bisa 'dikelola' dengan cara menginput hal-hal positif dalam diri seseorang. Cara pertama adalah membiasakan 'self talk' atau berbicara pada diri sendiri mengenai hal-hal yang ingin dilihat, dirasakan dan didengarkan.

"Kaitannya dengan public speaking adalah, misalnya kita mau tampil, maka kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa kita bisa, kita mampu, kita yang menguasai topik, jadi nggak perlu takut ataupun merasa kecil hati."

Selanjutnya adalah dengan me-reframing atau merangkai ulang pikiran dengan kalimat-kalimat sugesti yang positif. Misalnya dengan menanamkan dalam pikiran kita bahwa berbicara di depan publik itu menyenangkan.

"Berikutnya kita juga perlu mengatur pola pernapasan agar membantu tubuh menjadi lebih santai. Kalau kita santai menyampaikan sesuatu pun jadi lebih nyaman. Terakhir installing powerful attitute. Install sikap yang terbaik dalam diri kita, dengan begitu akan memunculkan rasa percaya diri saat ingin tampil," katanya.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari kalangan umum dan mahasiswa. Pada acara ini turut diserahkan donasi sebesar Rp 2.785.000 untuk Children Center Care Community. Sebuah komunitas yang mendampingi anak-anak pasien kanker di Banda Aceh. Donasi berasal dari biaya pendaftaran peserta dan sumbangan sukarela dari beberapa donatur lainnya.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.