12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cut Aja Rizka: Tiga Tahun di Afrika, Album Meusyeuhu hingga Teater Hikayat Prang Sabi

...

  • Jamaluddin
  • 03 October 2018 11:40 WIB

@istimewa
@istimewa

BANDA ACEH - Penyanyi Aceh yang populer dengan lagu 'Doda Idi' album Nyawoung, Cut Aja Rizka Syarfida, kini memiliki album baru, Meusyeuhu. Wanita yang pernah menetap di Afrika Selatan hampir tiga tahun ini, juga akan berperan sebagai Tgk. Fakinah, janda korban perang, di Teater Hikayat Prang Sabi, akan dipentaskan di Banda Aceh akhir tahun 2018.

Dihubungi portalsatu.com melalui telepon seluler, Selasa, 2 Oktober 2018, Cut Aja Rizka mengatakan, ia bersedia melakoni peran itu setelah mendapat tawaran dari Sutradara Teater 'The Spirit of Aceh Adapted from Hikayat Prang Sabi', Muhammad Yusuf Bombang.

"Cut bisa enggak ini dibikin cerita Hikayat Prang Sabi dipentaskan dalam bentuk teater, nanti Icut perannya Tgk. Fakinah, janda korban perang," ujar Cut Aja Rizka mengutip tawaran dari Muhammad Yusuf Bombang kala itu.

Mendengar ide itu, Cut Aja Rizka langsung saja setuju karena memang ia mencintai dunia seni sejak kecil. Dahulu di Sigli, Pidie, ia adalah salah satu penari Tari Laweuet, tarian yang dimainkan delapan penari remaja putri, dan dua atau satu aneuk syahi.

Cut Aja Rizka lahir di Tangse, Pidie, 17 Mei 1972, dan menjalani masa remaja di Keramat Luar, Kota Sigli. Setamat SMAN 1 Sigli, tahun 1991, ia melanjutkan kuliah ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Tari Koreografer, dengan bimbingan Dosen Tarian Aceh, Drs. Nurdin Daud.

Pada masa itulah, Cut Aja Rizka menerima tawaran untuk menyanyikan lagu 'Doda Idi' di album Nyawoung. Album itu lahir atas ide-ide kreatif dari Jauhari Samalanga. Di antara lagu-lagu dalam album tersebut, 'Doda Idi' dan 'Haro-Hara' ciptaan Nurdin Daud. Waktu itu, Cut Aja Rizka yang biasa bergelut di dunia koreografer dituntut harus menyanyikan lagu 'Doda Idi'.

Setelah menikah Cut Aja Rizka bersama suaminya Andi Ikrar Fatwa (putra almarhum A.M. Fatwa) pada tahun 1995  Ia bersama suaminya kemudian hijrah ke Cape Town, Afrika Selatan. Suaminya bekerja di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, sehingga ia menetap di sana hampir tiga tahun. 

"Menjalani rutinitas di sana saya tetap melanjutkan pekerjaan sebagai penari tradisional, juga melatih anak-anak Indonesia (anak diplomat dan anak-anak staf KJRI) yang berada di Cape Town. Dan saya lebih sering tampil menari tunggal untuk pertunjukan kesenian yang digelar di Cape Town," kata Cut Aja Rizka.

Selama di sana, Cut Aja Rizka juga sempat mengikuti pementasan tari yang diikuti peserta dari beberapa bangsa, Cross cultural fusion in music and dance di Cape Town-South Afrika tahun 1997. Selain itu, mengadakan workshop tari tradisional Aceh (Laweuet - Seudati Inong) di University Stelen Bosch, Cape Town, South Afrika.

"Di Cape Town, saya menarikan berbagai macam tari tradisi Nusantara seperti tari Bali, tari Betawi, tari Minang, tari Melayu, dan tari Aceh tentunya," kata Cut Aja Rizka.

Setelah kembali ke Indonesia, Cut Aja Rizka kini menetap di Islamic Village, Karawaci, Tangerang. Di sana, ia masih  mengajar ekstrakurikuler tari, baik yang tradisi maupun nontradisi. Ia sering dipercaya sebagai juri untuk lomba-lomba tradisi dan modern dance. Juga masih diundang sebagai penyanyi Aceh dalam pementasan di Jakarta dan sekitarnya.

Hasil pernikahannya dengan Andi Ikrar Fatwa, kini Cut Aja Rizka dikaruniai dua putra dan satu putri. Putranya yang sulung lahir di Cape town, dan saat kembali ke Indonesia putera sulungnya telah berusia dua tahun, dan "Yang paling kecil super aktif. Sangat cabak," kata Cut Aja Rizka.

Enam belas tahun yang lalu, setelah terlibat dalam pembuatan album Nyawong pada tahun 2000, dan sukses , kini Cut Aja memiliki album baru. "O... iya, jangan lupa saat ini saya juga sudah mengeluarkan album yang berjudul Meusyeuhu," kata Cut Aja.

Lagu 'Meusyeuhu' itu ciptaan Saiful Bahri, yang diaransemen oleh Moritza Taher. Album Meusyeuhu berisi sembilan lagu.

"Salah satu lagu berjudul 'Jambo Bineh Gle' adalah ciptaan Muhammad Yusuf Bombang, Sutradara Teater Hikayat Prang Sabi," ujar Cut Aja Rizka.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.