22 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keluar Rumah, Wanita Tak Boleh Pakai Minyak Wangi

...

  • portalsatu.com
  • 23 January 2019 10:00 WIB

MEMANG, amalan seseorang tergantung dari niatnya, sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Sesungguhnya, amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuatu yang diniatkannya. (HR. Al-Bukhari, no. 1)

Kendati demikian, pernyataan yang berdalih dengan hadis ini, untuk menghalalkan perkara yang diharamkan Allah, merupakan satu kesalahan besar dan jauh dari kebenaran. Bagaimana tidak, setiap pelaku dosa akan menyatakan bahwa dirinya tidak berniat berbuat dosa, dan yang penting tujuannya baik. Orang mencuri akan menyatakan bahwa ia mencuri untuk tujuan yang baik, yaitu memberi nafkah kepada keluarganya. Akhirnya, hancurlah syariat dengan dalih seperti ini.

Wanita dilarang menggunakan minyak wangi keluar rumah, walaupun tidak bertujuan menggoda laki-laki. Dia tidak boleh berdalih dengan niat, untuk membenarkan perbuatannya tersebut, sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyatakan,

Semua mata itu berzina, dan wanita yang menggunakan minyak wangi lalu melewati majelis para lelaki maka dia itu begini dan begitu, yaitu pezina. (H.R. At-Tirmidzi dan Al Mundziri)

Hadis ini tidak mengisyaratkan tujuan menggunakan minyak wangi, sehingga hukumnya berlaku umum.

Syekh Al-Mubarakfuri, dalam kitab Tuhfah Al-Ahwadzi, menjelaskan alasan sehingga si wanita dijuluki pezina dalam hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas, yaitu karena wanita 

tersebut telah membangkitkan syahwat lelaki dengan minyak wanginya dan menarik perhatian laki-laki untuk melihatnya. Padahal, orang yang melihatnya telah berzina dengan matanya, sehingga ia menjadi penyebab terjadinya zina mata; wanita itu pun berdosa.

Demikian juga, ia menggunakan minyak wangi tentu dengan niat tampil lebih menarik di hadapan orang lain. Ini membatalkan dalihnya tersebut. Mudah-mudahan, Allah membimbing kita semua ke jalan Allah yang lurus.

[Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX / konsultasisyariah].[]Sumber:inilah

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.