18 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Model Cantik Ini Ajak Generasi Muda Aceh Lawan Korupsi dan Narkoba

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 04 September 2018 18:00 WIB

Zahriana. @dok. /istimewa
Zahriana. @dok. /istimewa

BANDA ACEH - Zahriana, 21 tahun, mahasiswi Teknik Kimia di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Aceh untuk melawan korupsi dan narkoba. Bagi model cantik ini, dua hal tersebut sama-sama membawa kehancuran bagi diri sendiri, masayarakat dan bangsa. 

"Dari narkoba bisa menjurus ke pergaulan bebas yang akan menghancurkan masa depan diri sendiri dan juga harapan orangtua. Sebelum terjerumus ke dunia hitam itu, alangkah baiknya menghindari dengan tetap berada pada pemikiran positif. Olahraga, bersosialisasi dengan masyarakat dan memperkuat agama, baik itu pengajian atau pun mendengarkan tausiah akan menghindarkan kita dari hal-hal negatif," ujar Riana, sapaan akrab Zahriana, kepada portalsatu.com, Selasa, 4 September 2018.

Selain narkoba, menurut Riana, ada hal yang justru merusak orang lain dan memberi kehancuran bagi sebuah negeri, yaitu korupsi. 

"Korupsi merajalela, sementara banyak masyarakat yang menderita karena kekurangan sandang dan pangan. Rakyat miskin kelaparan dan sulitnya mendapatkan pendidikan yang layak, ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemimpin negeri (daerah). Bisa dibayangkan, uang negara yang dikorupsi itu jika dipergunakan untuk kepentingan masyarakat miskin, pasti sangat berarti. Hal yang lebih menyedihkan, saat pemimpin yang korup itu merupakan pilihan si rakyat miskin. Pastinya ada rasa kecewa dan sedih, karena sosok yang mereka pilih justru orang yang salah dan tidak amanah," kata Riana. 

Itulah sebabnya, Riana mengajak generasi muda untuk melawan korupsi demi kesejahteraan masyarakat Aceh. "Kita inginkan pemimpin yang adil dan amanah, yang bisa menjalankan program-program prorakyat. Dalam dunia pendidikan saat ini memang banyak yang gratis, tapi bagi masyarakat miskin, mereka memerlukan uang untuk membeli seragam (sekolah anaknya), alat tulis dan lainnya, termasuk memberikan uang saku untuk anak-anaknya. Inilah maka dibutuhkan beasiswa yang merata bagi siswa dari kalangan bawah," ujar Riana. 

Riana berharap ke depan Aceh bisa lebih baik dan semakin berkembang. "Semoga kita bisa mendapatkan pemimpin yang amanah dan peduli akan penderitaan rakyat,” katanya.

Dia menambahkan, bagi kalangan menengah ke atas, seorang pemimpin yang korupsi tentu tidak berdampak. “Namun bagi masyarakat miskin, meski sedikit uang negara yang dikorupsi, tentu akan mengurangi jatah bantuan terhadap mereka, baik itu bantuan rumah layak huni atau bantuan lainnya," pungkas Ambassador Tri Carnival Aceh itu.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.