07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


8 Tanaman Herbal untuk Kurangi Gejala Diabetes

...

  • portalsatu.com
  • 14 November 2019 16:00 WIB

Ilustrasi. Kayu manis dapat membantu menurunkan kadar gula darah (Foto: morgueFile/wutu)
Ilustrasi. Kayu manis dapat membantu menurunkan kadar gula darah (Foto: morgueFile/wutu)

Diabetes bisa 'muncul' tanpa memberi tanda. Bahkan, kebanyakan orang baru mengetahuinya saat diabetes sudah mengembangkan gejala bahkan menimbulkan komplikasi berbahaya.

Salah satu komplikasi diabetes yang paling sering ialah penyakit ginjal. Mengutip Mayo Clinic, sekitar 25 persen penderita diabetes mengembangkan penyakit ginjal.

Komplikasi lain dari diabetes ialah penyakit jantung. Orang dewasa dengan diabetes memiliki 2-4 kali kemungkinan untuk alami kematian dini akibat serangan jantung ketimbang mereka yang tak alami masalah gula.

Melakukan gaya hidup sehat adalah pilihan terbaik untuk mengurangi gejala dan menghindari komplikasi diabetes. Salah satunya caranya dengan memilih asupan yang tepat.

Konsumsi tanaman herbal bisa menjadi pilihan. Tanaman ini memang tidak menyembuhkan diabetes. Namun jika Anda menggabungkannya dengan pengobatan, tanaman herbal dapat membantu ringankan gejala dan mengurangi komplikasinya.

Berikut adalah tanaman herbal yang terbukti ampuh mengatur kadar gula darah, dikutip dari Medical News Today.

1. Lidah buaya

Lidah buaya merupakan bahan herbal yang dikenal memiliki segudang manfaat, salah satunya adalah meringankan diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun 2013 mengamati penggunaan lidah buaya untuk mengobati gejala diabetes pada tikus.

Hasilnya menunjukkan bahwa lidah buaya mampu melindungi serta memperbaiki sel beta di pankreas yang memproduksi insulin.

2. Kayu manis

Kayu manis merupakan bahan dengan aroma manis yang ramah untuk penderita diabetes. Bahkan menurut penelitian pada tahun 2013, kayu manis dapat membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, hingga meningkatkan sensitivitas insulin.

Namun, perpaduan antara kayu manis dan obat-obatan tertentu dapat berdampak buruk pada ginjal. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi kayu manis.

3. Pare

Pare merupakan salah satu bahan pengobatan tradisional Tiongkok yang populer. Melansir Healthline, pare memiliki sifat yang bertindak seperti insulin yang mampu membantu membawa glukosa ke dalam sel darah.

4. Milk thristle

Milk thristle merupakan sejenis bunga berwarna ungu cerah yang kaya akan antioksidan. Tanaman ini umumnya ditemukan dalam bentuk suplemen atau teh.

Milk thristle disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes karena kandungan aktif silymarin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan pada tanaman ini.

5. Gymnema

Sebuah tinjauan tahun 2013 mencatat bahwa penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang mengonsumsi gymnema menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Pada kelompok orang dengan diabetes tipe 1 yang mengonsumsi ekstrak daun gymnema selama 18 bulan, kadar gula darah turun secara lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok orang yang hanya menerima insulin.

Gymnema yang kerap disebut sebagai tanaman 'penghancur' gula ini biasanya ditemukan dalam bentuk ekstrak.

6. Ginseng

Ginseng merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat, salah satunya mampu membantu turunkan gula darah pada penderita diabetes.

Sebuah studi menemukan bahwa ekstrak buah ginseng dapat menormalkan kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin pada tikus yang memiliki diabetes.

7. Teh hijau

Tak tak hanya bisa membantu menurunkan berat badan, teh hijau juga efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Teh hijau diperkaya oleh kebaikan antioksidan seperti katekin dan polifenol yang mampu mengurangi penyerapan karbohidrat, sehingga akan meningkatkan resistensi insulin dalam tubuh.

8. Fenugreek

Fenugreek merupakan jenis biji-bijian yang kaya akan serat dan bahan lain yang mampu memperlambat pencernaan karbohidrat dan gula, sehingga dapat mencegah diabetes.

Manfaat fenugreek untuk diabetes telah dibuktikan melalui percobaan yang dilakukan pada 25 orang penderita diabetes tipe 2.[]Sumber:cnnindonesia

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.