26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


'Banyak Penderita Gangguan Jiwa di Aceh Usia Produktif, Setelah Sembuh Harus Diberdayakan'

...

  • PORTALSATU
  • 21 March 2019 21:15 WIB

Machrozal. Foto Khairul Anwar
Machrozal. Foto Khairul Anwar

BANDA ACEH - Sebanyak 18 ribu lebih warga Aceh dilaporkan mengalami gangguan jiwa. Sementara yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) hanya 400 pasien.

Hal itu dikatakan Direktur RSJ Aceh, dr. Machrozal, M.Kes., di Banda Aceh, 21 Maret 2019. Dia mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, angka penderita gangguan jiwa tahun 2018 mencapai 18 ribu lebih. "Dipicu faktor penyalahgunaan narkoba, konflik, bencana alam, perekonomian, dan faktor (persoalan) rumah tangga," ujarnya.

Dia menyebutkan, sebagian besar penderita gangguan jiwa di Aceh merupakan usia produktif akibat penyalahgunaan narkoba. “Yang banyak dirawat di RSJ usia produktif,” ungkap Machrozal.

Pemerintah Aceh harus mencari solusi untuk mengurangi angka penderitaan gangguan jiwa. Permasalahan sedang dilema di kalangan masyakat, penderita gangguan jiwa pascasembuh tidak mendapat bantuan untuk mengembangkan usaha. Sehingga penyakit gangguan itu kambuh lagi disebabkan daya pikirnya lemah.

“Pemerintah harus memberdayakan penderita gangguan jiwa yang telah sembuh. Pascasembuh mereka juga harus diberdayakan agar tidak kambuh lagi. Meraka yang ada skill masing-masing dapat diberdayakan,” ujarnya.[](Khairul Anwar)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.