07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
BPJS Kesehatan dan Stakeholder Sepakat Optimalkan Prolanis 

...

  • portalsatu.com
  • 29 November 2019 12:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - BPJS Kesehatan Cabang Kedeputian Wilayah Sumut dan Aceh melaksanakan Monitoring Dan Evaluasi (Monev) Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Provinisi Aceh pada Rabu (27/11) di Banda Aceh.

Pelaksanaan Monev KBK kepada FKTP terus dilakukan secara berkala oleh Tim Monitoring dan Evaluasi KBK Provinisi Aceh dengan tujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Aceh, Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Aceh, Asosiasi Klinik Aceh, IDI Wilayah Aceh dan Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Aceh

“Dalam sistem KBK ini ada beberapa indikator yang harus dicapai oleh FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat diantaranya angka kontak, rasio kunjungan rutin program pengelolaan penyakit kronis (prolanis), rasio rujukan non spesialistik dan home visit (kunjungan kerumah pasien),” ungkap Asisten Deputi Direksi Bidang Monitoring Evaluasi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumut dan Aceh, Sari Quratul Ainy dalam paparannya.

Menurutnya, khusus untuk prolanis di Aceh harus dioptimalkan karena prolanis yang diperuntukan bagi penderita penyakit kronis diabetes mellitus dan hipertensi yang sudah dalam keadaan stabil dapat terkontrol dengan baik oleh FKTP dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta penderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dimana peserta yang tergabung dalam prolanis ini akan mendapatkan rencana perawatan (Plan of Care), panduan klinis, pemeriksaan penunjang, pelayanan obat dan pemantauan status kesehatan.

“Harapannya perlu dukungan asosiasi dari fasilitas kesehatan agar prolanis ini sebagai program unggulan FKTP dapat terlaksana dengan optimal,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh, Abdul Fatah mengatakan untuk mengoptimalkan prolanis tersebut harus dibarengi dengan peningkatan  kompetensi 144 diagnosa penyakit harus tuntas di FKTP.

“Selain peningkatan kompetensi 144 diagnosa di FKTP, program promotif dan preventif juga harus diperkuat agar banyak masyarakat yang hidup sehat dan juga perlu peran aktif dari FKTP untuk mengetahui berapa jumlah peserta terdaftar yang tidak pernah berobat ke FKTP nya untuk diketahui tingkat kesehatan masyarakat,” katanya.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.