14 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Diet Aneh, Makan 150 Buah Pisang Per Minggu

...

  • VIVA
  • 10 August 2017 23:00 WIB

SEORANG pelajar, Dane Nash belum lama ini menghebohkan dunia maya lantaran mengaku menghabiskan 150 buah pisang setiap minggu. Setiap minggu ia sarapan dengan 12 smoothie pisang sebelum melahap 10 buah pisang untuk dikonsumsi hingga malam hari.

Ia percaya bahwa sekitar 80 persen asupan kalorinya berasal dari tanaman herba atau buah. Sisanya berasal dari bayam. Kata dia, ini adalah bagian dari diet vegan ketat yang ia jalani.

Dilansir dari laman Metro.co.uk, Jumat, 4 Agustus 2017, Dane mengabaikan pendapat para ahli diet dan tetap melakukan kebiasaannya tersebut. Menurut mereka, Dane tidak mendapat asupan nutrisi yang tepat dengan cara diet yang demikian.

"Diet ini sangat membantuku mengontrol kesehatan dan hidupku. Aku merasa lebih sehat dari sebelumnya," kata dia.

Pria dengan tinggi sekitar 185 dan berat badan 79 kilogram ini mengaku menjadi vegetarian dua tahun lalu. Menurut pemahamannya, diet optimal bagi manusia adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur mentah.

"Spesies lain mengonsumsi makanan mereka mentah-mentah, namun manusia mulai memasaknya dan itu tidak baik untuk kita," kata dia.

Tidak hanya pisang saja, Dane kerap menambahkan spirulina dalam smoothienya. Ia mengklaim bahwa spirulina memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh dan memiliki protein tinggi.

Ia juga menyertakan asupan suplemen vitamin B12, flaxseed dan vitamin D dalam dietnya untuk memenuhi asupan asam lemak dan omega. Tak lupa ia juga kerap berolahraga dengan memanjat tebing atau olahraga lain.

Namun, menurut Nutritional Therapist dari Southville Nutrition Clinic, Bristol, Lucy Patterson, diet yang dilakukan oleh Dane sangat minim nutirisi.

"Ini jelas konsumsi pisang berlebihan. Diet seperti ini sangat minim nutrisi penting terutama protein dan lemak, mikronutirisi. Diet ini justu memberinya lebih banyak asupan karbohidrat," kata Lucy.

Diet yang dijalani Dane, kata Lucy, dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan menimbulkan risiko diabetes dalan jangka waktu panjang.

"Dengan ketiadaan nutrisi nabati atau hewani, ia juga berisiko mengalami defisiensi vitamin A, D, E, dan K,” ujar Lucy menambahkan.[]Sumber:viva

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.