13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Pencegahan Penyakit Tidak Menular
Ini Kegiatan Dinkes Lhokseumawe Untuk Meningkatkan Kapasitas Petugas tentang PTM

...

  • PORTALSATU
  • 09 December 2018 07:30 WIB

Foto: dok. Dinkes Lhokseumawe
Foto: dok. Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas petugas pelayanan kesehatan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini dalam rangka mencegah PTM.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr. Said Alam Zulfikar, Kamis, 6 Desember 2018, mengatakan, peningkatan kapasitas petugas penyakit tidak menular bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petugas kesehatan, meningkatkan pemahaman faktor risiko dan pencegahan penyakit serta melakukan pengukuran penyakit tidak menular di Kota Lhokseumawe.

"Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Diana, 6 – 8 November 2018. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 120 orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Petugas PTM Puskesmas, Petugas Pelaporan Web, dokter dan perawat yang bertugas di poli umum, Bidan Koordinator Puskesmas, petugas IVA Puskesmas, Petugas Promkes Puskesmas dan Kepala Pustu/Poskesdes yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe. Peserta pelatihan dibagi menjadi tiga gelombang, masing-masing kelas terdiri dari 40 peserta," ujar Said Alam Zulfikar didampingi Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Lhokseumawe, dr. Helizar.

Narasumber kegiatan ini diisi oleh pemateri dari Dinas Kesehatan Aceh yang telah mengikuti Trainer of Training (TOT). Juga pemateri dari Dinas Kesehatan Lhokseumawe yaitu Kasie PTM Keswa, Fauzan Saputra, MSN., dan Pengelola PTM, Ibu Zora Sofia, SKM., serta dokter spesialis penyakit dalam, dr. Mawaddah Fitria, Sp.PD., FINASIM.


Perkembangan kesehatan

Untuk diketahui, perkembangan kesehatan di Indonesia sedang menghadapi situasi yang kurang menyenangkan. Indonesia masih harus berjuang keras untuk mengendalikan penyakit menular. Saat bersamaan jumlah kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) dan gangguan jiwa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Selain itu, Indonesia harus menghadapi munculnya kembali penyakit-penyakit yang sudah tereliminasi di masa lampau. Apalagi, tidak sedikit dari penyakit-penyakit tersebut yang mengakibatkan kematian, terutama kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Beberapa penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya, di antaranya Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM). Dikenal sebagai Silent Killer, Hipertensi termasuk salah satu penyakit yang berbahaya. Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik yang lebih atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolic yang lebih atau sama dengan 90 mmHg.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebesar 972 juta jiwa atau 26,4% penduduk di dunia menderita Hipertensi. Bahkan, prevalensi Hipertensi di Indonesia menunjukan angka yang lebih tinggi, yaitu mencapai 31,7%.

Sedangkan prevalensi Hipertensi di Provinsi Aceh dan Kota Lhokseumawe juga tidak dapat diabaikan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat angka yang cukup signifikan, yaitu 25,9% dan 21,5% dan sekitar 60% penderita Hipertensi berkembang menjadi stroke.

Selain Hipertensi, penyakit tidak menular lain dengan angka prevalensi yang cenderung meningkat yaitu Diabetes Melitus. Menurut Riskesdas (2013), angka prevalensi DM di Indonesia mencapai 6,9%. Sedangkan di Kota Lhokseumawe mencapai 4,9% dari seluruh penduduk.

Penyakit tidak menular lain seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), Stroke, Kanker, Thalasemia dan penyakit gangguan pendengaran dan penglihatan tetap menjadi perhatian karena menunjukan tren peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga penggunaan napza yang terus meningkat bukan hanya pada orang dewasa, tetapi sudah merambah ke anak sekolah.

Sehingga, dibutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan layanan Penyakit Tidak Menular, terutama Hipertensi, DM dan pencegahan penggunaan Narkoba di kalangan remaja, agar setiap penyandang tersebut dapat menerima pelayanan kesehatan sesuai dengan standard dan tercegah dari penyakit lanjutan. Apalagi Hipertensi dan DM termasuk sebagai indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan kapasitas petugas tentang Penyakit Tidak Menular, dengan harapan agar petugas kesehatan dapat mengetahui, mendeteksi, dan memahami alur pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar terhadap penderita PTM, baik yang mengakses pelayanan di Puskesmas, Pustu maupun Poskesdes di Kota Lhokseumawe. Peningkatan kapasitas petugas tentang PTM telah dilakukan melalui kegiatan sebagaimana disebutkan di atas.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.