21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kunjungi PWRI, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Terapkan Pola Hidup Sehat Bersama Praktisi Kesehatan

...

  • portalsatu.com
  • 20 June 2019 12:30 WIB

Foto: istimewa/dok. BPJS Kesehatan
Foto: istimewa/dok. BPJS Kesehatan

Banda Aceh - Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan mengunjungi organisasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Banda Aceh, Rabu (19/06).

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, Mariamah menjelaskan, salah satu faktor penunjang kepuasan peserta adalah terpenuhinya informasi yang akurat dan up to date. Untuk itu, BPJS Kesehatan terus menggalakkan sosialisasi untuk memastikan para peserta memahami hak, kewajiban, manfaat, hingga prosedur penjaminan pelayanan kesehatan JKN-KIS.

“Harapan kami, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai Program JKN-KIS dapat meningkat sehingga bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan dengan lancar. Selain itu, sosialisasi ini juga dapat mendorong partisipasi dan peran masyarakat dalam menyokong keberlangsungan Program JKN-KIS. Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus besar PWRI yang terus berkomitmen mendukung program ini,” ungkap Mariamah.

Mariamah juga mengunjungi sejumlah pasien JKN-KIS yang merupakan anggota PWRI yang sedang sakit. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa peserta mendapat pelayanan kesehatan yang optimal dan sesuai dengan prosedur.

“Dengan melihat langsung layanan di sini, kita bisa melakukan evaluasi secara lebih komprehensif. Artinya jika ditemukan suatu kendala, kita punya kesempatan untuk menggali lebih dalam letak permasalahannya, sehingga kita bisa cepat memberikan alternatif solusinya untuk perbaikan layanan ke depan,” kata Mariamah.

Sebagai program jaminan sosial kesehatan terbesar di dunia, saat ini jumlah peserta JKN-KIS telah melampaui angka lebih dari 221 juta jiwa. Seiring dengan melonjaknya pertumbuhan peserta, BPJS Kesehatan menguatkan sinerginya dengan organisasi peserta dengan harapan informasi-informasi terbaru JKN-KIS dapat tersalurkan kepada anggota organisasi. BPJS Kesehatan juga siap menerima masukan konstruktif dari organisasi peserta demi perbaikan dan kemajuan Program JKN-KIS. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memboyong Praktisi Kesehatan untuk mempromosikan pola hidup sehat kepada peserta JKN-KIS. Kehadiran praktisi kesehatan tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami betapa mudah dan murahnya menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian. 

“Cukup dengan lari pagi atau berolahraga ringan setiap hari, kita bisa meningkatkan kebugaran sehingga tidak mudah sakit. Jika banyak peserta JKN-KIS yang berperilaku hidup sehat, angka peserta yang sakit bisa menurun. Dengan demikian, pembiayaan pelayanan kesehatan bisa dialokasikan untuk program promotiv preventif agar masyarakat yang sehat tetap sehat dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Djoko Sidik Pramono saat konferensi pers kegiatan Sarasehan BPJS Kesehatan Bersama BPJS Kesehatan mengatakan taraf hidup masyarakat Indonesia masih dibawah 60 tahun, untuk itu ia berharap dengan adanya Program JKN-KIS saat ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Terima kasih diucapkan kepada BPJS Kesehatan sebab dengan adanya program JKN-KIS ini para pensiunan PNS khususnya tidak khawatir untuk berobat karena tidak mampu bayar sehingga membuat para pensiunan optimis untuk sehat”, ungkapnya.

Dihadapan para rekan-rekan media ia meminta agar seluruh pers turut memberikan sosialisasi yang baik kepada masyarakat karena secara manfaat Program JKN-KIS ini bukan untuk kepentingan sesaat tapi untuk selamanya demi peningkatan kesejahteraan khususnya dalam bidang kesehatan.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.