07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Layanan Kacamata Bisa di FKTP, Dokter Dapat Pelatihan dari Dokter Spesialis

...

  • portalsatu.com
  • 09 November 2019 08:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Setelah pada Selasa (5/11) BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh memberikan sosialisasi kepada optik mitra BPJS Kesehatan mengenai perubahan Alur Pelayanan Kacamata yang dapat diberikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti di puskesmas, klinik pratama dan dokter praktik perorangan, pada Rabu (6/11) BPJS Kesehatan mengadakan Seminar dan Workshop Penatalaksanaan Kelainan Refraksi Bagi Dokter di FKTP Wilayah BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh selama 3 hari dengan mengambil tempat di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Pidie.

“Kita akan melakukan uji coba pelaksanaan layanan kacamata ini dimulai pada tanggal (11/11) di FKTP 5 kabupaten/kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, hal ini dilakukan berdasarkan ketentuan dan sesuai dengan rekomendasi Perdami bahwa pemeriksaan kelainan refraksi mata ringan atau sederhana merupakan salah satu kompetensi dokter pelayanan primer yang bisa tuntas diselesaikan di FKTP,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Neni Fajar dalam materi presentasinya.

Neni melanjutkan, tujuan diadakan kegiatan ini agar para dokter di FKTP dapat mendalami bagaimana tatalaksana pelayanan kacamata atau kelainan refraksi yang akan disampaikan oleh narasumber dari dokter spesialis penyakit mata.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi dalam sambutannya mengatakan dengan dilakukan uji coba pelayanan kelainan refraksi di FKTP maka pasien tersebut tidak perlu dirujuk ke rumah sakit jika dapat ditangani di FKTP.

“Dengan diterapkannya pelayanan kelainan refraksi di FKTP maka dapat memaksimalkan fungi dan kompetensi di FKTP, dan untuk kedepannya akan terus ditingkatkan kompetensi lainnya di FKTP,” tambahnya.

Disisi lain, Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Aceh, Saifuddin Ishak menyampaikan dalam penerapan pelayanan kelainan refraksi harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai yang dibutuhkan agar pelayanan dapat berjalan dengan maksimal.

“Untuk berjalan maksimal pelayanan kelainan refraksi di FKTP, selain diberikan pelatihan pada hari ini, tapi juga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai karena jika tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai maka pelayanan tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu diharapkan ini dapat menjadi bahan masukan kepada Dinas Kesehatan,” katanya.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.