13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kulit Keriput Saat Tua?

...

  • KOMPAS
  • 08 December 2018 21:15 WIB

KERIPUT menjadi hal yang ingin dihindari banyak orang. Buktinya saja, aneka produk kecantikan yang menawarkan berbagai manfaat mengatasi penuaan laris di pasaran.

Kulit kendur dan mengerut tidak hanya terjadi pada wajah, tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Lantas, apa yang menyebabkan kulit menua dan kenapa hal itu terjadi?

Melansir Hello Sehat, Penuaan kulit terjadi karena beberapa hal, salah satunya berasal dari lapisan kulit.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Tangan Berkeringat Saat Gugup?

Sebelum menjelaskannya, mari kita mengenal beberapa bagian lapisan kulit. Lapisan kulit sendiri terdiri dari tiga bagian, yakni epidermis, dermis, dan lapisan subkutan.

A. Lapisan luar (epidermis), terdiri dari sel kulit, pigmen, dan protein.

B. Lapisan tengah (dermis) berada di bawah lapisan epidermis. Ini terdiri dari pembuluh darah, saraf, folikel rambut, dan kelenjar minyak.

C. Lapisan dalam (subkutan) ada di bawah lapisan dermis dan terdiri dari kelenjar keringat, beberapa folikel rambut, pembuluh darah, dan lemak.

Keriput, perubahan pigmentasi, dan kehilangan warna kulit dikaitkan dengan penuaan pada kulit.

Ketika terjadi penuaan, lapisan epidermis menipis, walaupun jumlah beberapa sel tetap tidak mengalami perubahan.

Jumlah sel yang mengandung pigmen (melanosit) juga menurun. Fungsi dari melanosit adalah untuk melindungi kulit dari kerusakan, misalnya menyerap sinar ultraviolet.

Saat terjadi penuaan, kulit akan berubah menjadi lebih tipis, lebih pucat, dan apa yang ada di balik kulit terlihat jelas.

"Selain itu juga mulai muncul bintik-bintik pigmentasi di bagian kulit yang terpapar sinar matahari, disebut juga bintik-bintik penuaan atau lentigos," tulis artikel tersebut.

Perubahan pada jaringan ikat dapat mengurangi kekuatan dan elastisitas. Kita mengenalnya sebagai elastosis, jumlah dari sel elastin yang tidak normal pada lapisan dermis, biasanya terlihat pada kulit yang terpapar sinar matahari.

"Ketika kulit Anda mulai menua, kelenjar sebaceous memproduksi sedikit minyak," imbuhnys.

Penuaan pada laki-laki dan perempuan munculnya berbeda. Laki-laki baru mengalami penurunan minyak yang tidak seberapa dibanding perempuan pada usia 80 tahun, sementara perempuan sudah memproduksi sedikit minyak sejak awal masa menopause.

Kekurangan minyak pada kulit membuat kulit sulit menjaga kelembapan sehingga membuat kering dan mudah gatal.

Tanda penuaan kulit

Untuk mengetahui apakah kulit kita sudah mulai melakukan penuaan, berikut beberapa tanda yang bisa dilihat.

1. Keriput

Keriput adalah penurunan permukaan kulit yang bisa berupa kasar atau halus, tergantung pada kedalamannya.

Keriput kasar biasanya merujuk pada garis-garis ekspresi pada muka, seperti di dahi, sudut-sudut luar mata, dan garis vertikal di kedua sisi mulut. Sedangkan, garis halus berupa lekukan atau garis yang lebih dangkal, biasanya muncul di area pergerakan muka seperti di mata, mulut, atas bibir.

Keriput terjadi karena:

- Penurunan pada massa otot dan ketebalan kulit.

- Hubungan silang antara kolagen dan elastin (protein pada kulit agar kulit kencang) di lapisan dermis.

- Dehidrasi dari stratum corneum (lapisan kulit yang paling luar)

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Pria Punya Payudara dan Puting?

2. Perubahan warna kulit

Selain keriput, perubahan warna kulit juga sering dikaitkan dengan penuaan.

Mungkin, kita hanya mengira bahwa kulit hanya dibedakan dengan warna putih, gelap, atau kuning.

Ternyata warna kulit merupakan gabungan dari warna merah, biru, kuning dan coklat.

Gabungan warna ini merupakan hasil hemoglobin merah yang teroksidasi, karatenoid kuning, serta flavin dan pigmen melanin coklat di kulit kita.

Bintik-bintik hiperpigmentasi merupakan hasil paparan sinar matahari. Ciri lainnya adalah hipopigmentasi (bintik putih).

Meskipun kita lebih sering mendengar hiperpigmentasi dikaitkan dengan penuaan pada kulit, penurunan melanosit juga menyebabkan hipopigmentasi.

Hal ini dibuktikan dengan adanya jumlah penurunan enam sampai delapan persen melanosit per dekade setelah usia 30 tahun.

Penurunan tersebut juga berdampak pada berkurangnya kemampuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

3. Penurunan kolagen dan elastin

Perubahan penuaan kulit seringnya terjadi di lapisan dermis. Kulit bisa kehilangan ketebalannya sekitar 20 hingga 80 persen selama proses penuaan. Hal ini disebabkan oleh perubahan pada fibroblast, sel yang bertanggung jawab dalam produksi kolagen, elastin, dan glikosaminoglikan (GAG) biosintesis.

Penurunan kolagen dan elastin juga berdampak pada kemampuan kulit untuk memperbaikinya sendiri. Tidak hanya itu, penuaan juga membuat susunan protein berubah, hal ini dapat berdampak pada struktur kulit.

Tahukah Anda bahwa radiasi sinar UV juga berpengaruh pada penurunan kolagen dan elastin?

Ya, penurunan tersebut dikendalikan oleh aktivitas enzim Matrix Metalloproteinase (MMP). Penelitian mnyimpulkan bahwa radiasi UV dapat mengaktifkan enzim ini dalam beberapa jam saja setelah terkena paparan UVB.

4. Perubahan elastisitas

Hyaluronic acid merupakan kandungan alami yang terdapat pada permukaan kulit kita, yang memiliki peran untuk menghidrasi kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 40 tahun, terjadi penurunan kadar hyaluronic acid. Penurunan tersebut dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga perubahan elastisitas pun terjadi  pada penuaan kulit.

Apakah kita bisa mencegah penuaan kulit?

Usia menua tidak dapat dihindari, pun penuaan pada kulit. Kabar baiknya, Anda tetap bisa melakukan beberapa pencegahan agar tidak terjadi penuaan dini pada kulit.

Rata-rata perubahan kulit terjadi karena paparan sinar matahari. Pencegahan memang membutuhkan waktu lama, tapi layak untuk dicoba. Berikut ini anjurannya:

- Sebisa mungkin hindari berjemur di bawah sinar matahari.

- Gunakan sunscreen dengan kualitas baik ketika Anda berada di luar ruangan, bahkan saat musim hujan.

- Gunakan aksesoris yang melindungi Anda dari sinar matahari seperti topi dan kacamata hitam.

- Konsumsi nutrisi yang baik dan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat berisiko terhadap luka kulit.[]Sumber:kompas

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.