19 January 2021

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peneliti Temukan Cara Tingkatkan Keberhasilan Bayi Tabung pada Wanita Usia 40-an

...

  • KOMPAS
  • 23 February 2017 13:15 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Kemungkinan untuk hamil melalui in vitro fertilization (IVF) atau proses bayi tabung akan menurun drastis setelah wanita mencapai usia awal 40-an.

Untunglah, penelitian terbaru oleh Dr. Yanguang Wu, embriologi dan ilmuwan, serta tim dari Centre for Human Reproduction, membuka kemungkinan perawatan kesuburan yang lebih efektif untuk para wanita usia 40-an. Studi ini telah diterbitkan dalam Journal of Endocrinology.

Fertilisasi in vitro merupakan bentuk teknologi reproduksi bantuan. Proses pembuahan in vitro dilakukan dengan cara; pertama, obat kesuburan diberikan untuk merangsang produksi sel telur wanita atau oosit.

Kemudian sel telur diambil dari indung telur dan dipertemukan dengan sperma di piring laboratorium supaya terjadi pembuahan. Kemudian, embrio-embrio yang telah jadi ditransfer ke dalam rahim.

Menurut Dr Wu dan rekan, wanita berusia 38-39 tahun memiliki tingkat keberhasilan IVF sebesar 23,6 persen, sedangkan mereka yang berusia 44 tahun atau lebih memiliki tingkat keberhasilan hanya 1,3 persen.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa kualitas oosit menurun sejalan dengan bertambahnya usia wanita. Namun, mekanisme mengapa terjadi hal seperti itu, masih belum jelas. Dr. Wu menduga, mungkin penyebabnya adalah kurangnya sumber daya di laboratorium klinik.

Namun, dengan sumber daya yang tersedia di Centre for Human Reproduction, tim peneliti mampu melihat dengan lebih dekat apa yang mendorong kualitas oosit berkurang pada wanita yang berusia lebih tua.

Menurut peneliti, yang menjadi masalah adalah penuaan lingkungan sel telur, bukan penuaan dari sel telur itu sendiri.

Dalam studinya, para peneliti membandingkan jaringan reproduksi donor telur berusia 21-29, 30-37 dan 43-47 tahun.

Dibandingkan dengan donor sel telur berusia 21-29 dan 30-37, mereka yang berusia 43-47 mengalami penurunan pertumbuhan dan multiplikasi sel granulosa. Sel granulosa adalah sel yang mendukung dan membantu pertumbuhan oosit dalam ovarium.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan, sel-sel granulosa wanita yang berusia lebih tua juga menghasilkan reseptor sel follicle-stimulating hormone (FSH) yang lebih sedikit, tetapi menghasilkan reseptor luteinizing hormone (LH) dan progesteron yang lebih banyak.

Menurut penulis studi, perubahan dalam sensitivitas hormon inilah yang membuat luteinisasi terjadi lebih dini dan mencegah sel telur menjadi matang.

Tim menjelaskan bahwa biasanya proses luteinisasi terjadi setelah ovulasi, di mana kadar LH meningkat dan menyebabkan kadar FSH turun serta kadar progesteron ikut naik. Jika luteinisasi terjadi sebelum oosit meninggalkan ovarium, maka kemungkinan konsepsi akan berkurang.

Dr Wu mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa bukan penuaan sel telur yang bertanggung jawab terhadap rendahnya tingkat keberhasilan IVF pada wanita usia 40 tahun ke atas, tetapi penuaan lingkungan telur lah yang harus disalahkan.

"Kemungkinan untuk membalikkan kerusakan pada sel telur adalah hal yang mustahil. Temuan ini menarik, karena memberi harapan untuk meningkatkan keberhasil proses in vitro dengan cara menargetkan lingkungan pendukung sel telur ini," tambah Dr Wu.

Hasil temuan di atas, membuat tim peneliti berpikir, apakah jika penuaian oosit dilakukan lebih dini, sebelum luteinisasi awal, dapat meningkatkan keberhasilan fertilisasi in vitro?

Memetik oosit lebih dini dapat menaikkan tingkat keberhasilan IVF

Saat ini, biasanya, dokter yang melakukan IVF menunggu sampai folikel oosit mencapai 18-21 mm sebelum memberikan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) untuk "mematangkan" oosit, lalu memetiknya.

Dalam studi ini, Dr. Wu dan rekan mengadopsi pendekatan IVF di mana hCG diberikan ketika folikel oosit berukuran 16 mm. Ini adalah masa di mana terjadinya risiko luteinisasi awal lebih rendah sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil oosit ketika lebih muda atau belum dewasa.

Perbandingan hasil IVF konvensional dengan pendekatan baru mereka, menunjukkan bahwa pengambilan oosit lebih awal dapat menyebabkan peningkatan produksi embrio yang berkualitas baik sehingga tingkat keberhasilan menjadi lebih tinggi.

Dr Wu mengatakan, timnya berharap temuan mereka dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan pada wanita usia 40-an ke atas saat menjalani prosedur IVF.

Dr Wu menambahkan, manfaat pendekatan IVF yang baru ini masih perlu diuji dalam studi yang lebih besar. Tim juga berharap pengujian nanti, juga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan IVF pada wanita yang lebih muda. | sumber : kompas

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2021 All Rights Reserved.