24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perempuan Ini Lahir Tanpa Lubang Vagina

...

  • MERDEKA
  • 02 April 2016 21:45 WIB

ilustrasi perempuan temui dokter. ©Daily Mail
ilustrasi perempuan temui dokter. ©Daily Mail

Seorang perempuan yang dirahasiakan namanya baru menyadari dia tidak mempunyai lubang vagina saat usianya hampir 17 tahun.

Dalam sebuah tulisan esai dia mengatakan tidak bisa memakai tampon (kain untuk menyerap darah haid) atau berhubungan seks karena dia dilahirkan dengan lubang vagina yang sangat kecil dan harus dioperasi untuk membukanya.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (2/4), setelah tiga tahun tidak bisa memakai pembalut saat haid dia mendatangi dokter ginekolog.

"Anda tidak punya lubang vagina. Sebenarnya punya, tapi sangat kecil," kata perempuan itu dalam tulisannya kepada xojane.com.

Menurut dokter ginekolognya lubang vagina perempuan itu bahkan lebih kecil dari lubang jarum dan itu menyebabkan darah haidnya sulit keluar.

Dia mengaku mulai haid ketika usianya 14 tahun dan saat itu mulai belajar memakai tampon. Tapi dia kesulitan memasukkan kain tampon itu ke lubang vaginanya. Akhirnya setelah tiga tahun dia merasa frustrasi dan menemui dokter ginekolog.

Menurut dokternya perempuan yang lubang vaginanya kecil harusnya menyadari saat dia mulai menstruasi.

"Perempuan yang seperti itu akan merasa kesakitan ketika haid datang karena darah menstruasinya tidak bisa keluar dan dia harus ke rumah sakit untuk menjalani operasi supaya darah itu bisa dikeluarkan," kata dokternya.

Dr Lauren Streicher, ahli ginekolog di Rumah Sakit Memorial Northwestern Chicago, Amerika Serikat, mengatakan sebetulnya bukan lubang vaginanya yang kecil.

"Vagina perempuan itu normal. Dia punya vagina sama seperti perempuan lain. Tapi ada selaput yang menutupi lubang vaginanya yang yang hanya membuka sedikit ketika dia haid dan itu harus dibuka," kata dia. Kasus ini juga pernah dialami sejumlah perempuan.

Dalam esainya perempuan itu menulis, dia sudah meminta izin kepada ibunya untuk menjalani operasi namun ditolak karena ibunya termasuk penganut Katolik yang kaku. Ibunya berpikiran dia akan kehilangan keperawanan akibat operasi itu.

Namun setelah dijelaskan kondisinya bukan seperti itu akhirnya ibunya mengizinkan anaknya menjalani operasi.[] Sumber: merdeka.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.