26 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh Hari Ini: Hasan Tiro Ultimatum Pemerintah Indonesia

...

  • ISKANDAR NORMAN
  • 01 September 2020 08:58 WIB

Hasan Tiro ketika ditahan di Ellis Island [Repro: Unfinished Diary]
Hasan Tiro ketika ditahan di Ellis Island [Repro: Unfinished Diary]

Pada 1 September 1954 dari Amerika Serikat Hasan Tiro mengultimatum Pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan pembunuhan terhadap para ulama di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sulawesi. Hasan Tiro membawa persoalan tersebut ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ultimatum Hasan Tiro kepada Perdana Menteri (PM) Indonesia, Ali Sastroamidjojo, yang dianggapnya telah bertindak fasis komunis. Surat terbuka Hasan Tiro tersebut disiarkan oleh beberapa surat kabar Amerika Serikat dan beberapa surat kabar di Indonesia terbitan Jakarta, seperti Abadi, Indonesia Raya, dan Keng Po.

Dalam surat itu, secara terang-terangan Hasan Tiro mengatakan bahwa kabinet Ali Sastroamidjojo telah menyeret bangsa Indonesia ke dalam lembah reruntuhan ekonomi, politik, perpecahan, dan perang saudara.

Hasan Tiro juga mengancam akan mengadukan Pemerintah Indonesia di hadapan PBB atas tuduhan melakukan pembunuhan massal terhadap para ulama di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia juga akan memperjuangkan pengakuan internasional baik moril maupun materil terhadap Republik Islam Indonesia.

Bila tuntutannya tidak dipenuhi, Hasan Tiro mangancam akan mengusahakan pemboikotan diplomatik dan ekonomi secara internasional terhadap Republik Indonesia.

Menanggapi surat Hasan Tiro itu, Pemerintah Indonesia melalui Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, menolak semua tuntutan Hasan Tiro. Sebaliknya, meminta agar Hasan Tiro kembali ke Indonesia paling lambat 22 September 1954. Bila permintaan itu diabaikan, maka paspor Hasan Tiro akan ditarik.

Namun Hasan Tiro mengambil jalan lain. Ia tidak menghiraukan permintaan itu. akhirnya paspornya pun dicabut. Ia kemudian ditahan oleh pihak imigrasi Amerika di Ellis Island. Namun setelah membayar denda sebanyak US$ 500, Hasan Tiro dibebaskan. Setelah bebas, Hasan Tiro kembali melakukan upaya politik yang menyerang Pemerintah Indonesia. Ia mengumumkan sepucuk surat di surat kabar New York Time yang menyerang pemerintah Republik Indonesia.

Pada tahun 1955, Hasan Tiro mengirim surat kepada 12 negara Islam di dunia. Isinya, meminta kepada pemerintah 12 negara Islam itu untuk memboikot Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan dilaksanakan di Bandung pada April 1955.

Cornelis Van Dijk, sejarawan asal Rotterdam, Belanda menyebut Hasan Tiro sebagai seorang yang memiliki inteligen tinggi, berpendidikan baik, yang diberkahi dengan kombinasi yang jarang terdapat pada orang kebanyakan, yakni pesona dan keteguhan hati.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.