06 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh Hari Ini: Pemerintah Pusat Tak Restui Pembangunan Unsyiah

...

  • ISKANDAR NORMAN
  • 13 February 2020 06:46 WIB

Ali Hasjmy dan Syamaun Gaharu saat gotong royong pembangunan kampus Unsyiah [foto: IST]
Ali Hasjmy dan Syamaun Gaharu saat gotong royong pembangunan kampus Unsyiah [foto: IST]

Pemerintah pusat awalnya tidak merestui pembangunan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Banda Aceh. Pembangunan infrastruktur publik dan ekonomi kerakyatan dinilai lebih mendesak dari pada membangun sebuah kampus.

Sikap pemerintah pusat tersebut disampaikan oleh Mayor Jenderal Muhammad Jasin, salah seorang panitia pembangunan kampus Unsyiah yang baru pulang dari Jakarta untuk melobi pemerintah pusat.

Mayor Jenderal Muhammad Jasin menyampaikan hal tersebut dalam rapat pada 13 Februari 1961 di Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) Aceh. Alasan pemerintah pusat waktu itu bahwa universitas bukan keperluan mendesak untuk Aceh karena butuh biaya besar dan belum adanya tenaga pengajar, tapi ada yang lebih mendesak yakni pembangunan fisik seperti jalan, pelabuhan dan sebagainya.

Penjelasan Mayor Jenderal Muhammad Jasin itu membuat suasan rapat terbelah menjadi dua, ada yang setuju Universitas Syiah Kuala segera dibuka ada pula yang meminta ditunda dulu. Akhirnya rapat ditutup dengan penuh kelesuan.

Tapi karena para pemimpin Aceh sudah bertekad kuat untuk mendirikan sebuah universitas, maka untuk mencari dana pembangunan universitas dibentuklah Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) yang dinamai Komisi Pencipta Darussalam.

Malah, untuk mengatasi kesulitan dana, karena pemerintah pusat belum bisa membantu menyediakan dana, maka Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I Iskandar Muda, Syamaun Gaharu selaku Ketua Penguasa Perang Daerah  (Paperda) Aceh mengambil sikap melakukan perdagangan barter antara Aceh dengan Singapura dan Pulau Pinang, Malaysia.

Syamaun Gaharu membuat sebuah  peraturan Paperda perdagangan dengan Singapura dan Pulau Pinang tersebut, tapi Paperda ini juga ditentang oleh Pemerintah Pusat, tapi Syamaun Gaharu tak menghiraukannya, ia meyakinkan pemerintah pusat bahwa itu dilakukannya sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat upaya pemulihan keamanan di Aceh. Pemerintah pusat kemudian bisa memahaminya dan kesulitan dana pembangunan universitas di Aceh terbantu.[**]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.