15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh Hari Ini: Saudagar Aceh Bentuk Panitia Penolong Pemerintah Pusat

...

  • ISKANDAR NORMAN
  • 27 May 2020 07:01 WIB

Wakil Presiden Muhammad Hatta bersama Tgk Muhammad Daod Beureueh [Repro: Talsya]
Wakil Presiden Muhammad Hatta bersama Tgk Muhammad Daod Beureueh [Repro: Talsya]

Pada 27 Mei 1949 Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida) membentuk Panitia Penolong Pemerintah di Banda Aceh, setelah ibu kota Republik Indonesia dan pusat pemerintahan Yokyakarta dikuasia Belanda.

Pada tahap pertaman pembentukan Panitia Pusat Penolong Pemerintah di Banda Aceh terkumpul bantuan berupa, puluhan ton karet, kopra dan berbagai komoditas ekspor lainnya, serta 300 kodi tikar.

Pada hari yang sama saudagar-saudagar Gasida juga membentuk cabang Panitia Penolong Pemerintah Pusat di Lhokseumawe. Mereka yang terlibat antara lain: Bupati Aceh Utara Teungku Sulaiman Daod sebagai pelindung, Ayah Hamid sebagai penasehat bersama Teungku Oesman Aziz (Patih) dan T Banta Soelaiman.

Sebagai Ketua Umum ditujuk TA Rahman, Ketua satu Teungku Bitai, Ketua dua Hadji Ibrahim, Ketua tiga Hasan Ulama, Setia Usaha satu Muhammad Daoed, Setia Usaha dua Zakaria, Setia Usaha tiga Boestaman. Sementara sebagai bendahara ditunjuk Muhammad Husein dan Muhammad Djamil.

Panitia ini juga disokong oleh sejumlah anggota, diantaranya: Teungku Daod (Murni), H Saleh, H Ibrahimsjah, Jatim, Abdoellah (SDII), Muhammad Alim Njak Oemar,  Moehammad, Abd bin Sawang,  Haroen, Muhammad Amin, Teungku Din, Dalim Hoesin, Mandoer Oemar, Mandoer Basjah.

Kemudian Pada 5 Juni 1949, Cabang Panitia Penolong Pemerintah Pusat juga dibentuk di Meureudu, Kabupaten Pidie (kini Pidie Jaya). Susunan pengurusnya terdiri dari: Ketua satu Muhammad Amin, Ketua dua Oesman B, Setia Usaha Muhammad M, Bendahara Ishak, anggota-anggota terdiri dari: Nyak Abbas,  Teungku Oesman Amin, Njak Basjah. Sebagai sumbangan perdana dari cabang Meureudu disumbang 10 ton pinang.

Dua hari kemudian, 7 Juni 1949, lima orang saudagar dari Gasida bersama Panitia Penyokong Pemerintah Pusat di Banda Aceh mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Muhammad Hatta di Pendopo Residen Aceh. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara MR SM Amin dan Kepala Jawatan Perdagangan Daerah Aceh.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam itu, dibicarakan masalah-masalah pembangunan ekonomi dan bantuan yang diperlukan untuk berjalannya Pemerintah Republik Indonesia, serta upaya-upaya untuk merebut kembali pusat ibu kota Repulik Indonesia, Yokyakarta yang telah dikuasai Belanda.

Wakil Presiden Muhammad Hatta mengatakan sangat gembira mengetahui bahwa di Aceh telah dientuk Panitia Penyokong Pemerintah Pusat yang menghimpun dana untuk kebutuhan perjuangan Republik Indonesia.

Wakil Presiden Muhammad Hatta mengharapkan kerja sama yang lebih erat antara para saudagar Aceh yang tergabung dalam Gasida dengan pemerintah Residen Aceh dalam usaha-usaha untuk membantu perjungan Republik Indonesia di luar Aceh, terutama untuk pembebasan Yokyakarta dari kekuasaan Belanda.

Sehari kemudian, 8 Juni 1949, Panitia Pusat Penyokong Pemerintah Pusat di Banda Aceh mengeluarkan seruan untuk mengumpulkan bantuan rakyat Aceh untuk pemulihan ibu kota Yogyakarta. Seruan itu dimuat dalam surat kabar Semangat Merdeka yang terbit di Banda Aceh. Isi seruan itu bisa dilihat dalam buku Sekali Republiken Tetap Republiken halaman 140, seperti kutipan di bawah ini.

Esoknya, 9 Juni 1949, Panitia Penyokong Pemerintah Pusat Cabang Langsa dalam kawatnya kepada Pengurus Besar Gasida di Banda Aceh menyatakan bahwa, mereka sanggup menyediakan sekurang-kurangnya satu kapal terbang dan lain-lain bantuan untuk menyokong pengembalian pemerintah pusat ke Yokyakarta.[**]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.