15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Doa Sarah Ketika Menghadapi Firaun

...

  • REPUBLIKA
  • 11 March 2018 11:00 WIB

PADA masa hidupnya, Sarah amat terkenal akan kecantikannya. Istri pertama Nabi Ibrahim AS ini bahkan dipuji karena kecantikannya melebihi keindahan dewi-dewi Mesir.

Semasa masih tinggal di Haran, reputasi Sarah yang masih gadis sudah menjadi pusat perhatian. Mulai dari kecantikan, keanggunan, kecerdasan, hingga keberanian putri Raja Crrhae itu.

Kisah kecantikan Sarah yang hijrah dari Kan'an (Palestina) ke Mesir sampai juga ke telinga Firaun. Beberapa ahli sejarah menyebutkan, Firaun yang penasaran akan Sarah adalah Sesotris III.

Dialah satu dari tujuh Firaun penguasa Mesir dari dinasti XII. Pada masa Sesotris III, bukan hanya Memphis yang berkembang pesat.Dia memajukan Thebes, Kahun, dan Abydos hingga wilayah Nubia.

Pada masa pemerintahannya, semua potensi tambang, termasuk emas, digali untuk memenuhi kas negara.  Mesir di bawah pemerintahan Sesotris III tumbuh menjadi negeri yang makmur. Kejayaan Mesir kian lengkap dengan kegagahan rajanya. Dia adalah sosok lelaki besar setinggi dua meter.

Tubuhnya penuh dihiasi pakaian kebesaran kerajaan. Kepalanya bertakhta emas. Sebagai pelengkap, Sesotris III mengenakan rambut palsu hasil dari korban pemujaan yang membuat dia tampak semakin gagah.

Hanya, Mesir masih berada dalam alam kejahiliyahan. Mereka masih menyembah Dewa Osiris sebagai dewa kematian. Jika Mesir dan Firaun berada dalam bahaya, mereka pun melakukan serangkaian pengorbanan. Setidaknya empat nyawa harus dipersembahkan tanpa memandang bulu. Para korban berasal dari budak, anggota keluarga, hingga orang terhormat.

Sebagai raja dengan limpahan kekuasaan dan kekayaan yang besar, Firaun merasa jika kemuliaannya kian lengkap ketika memiliki Sarah. Sesosok wanita yang keindahannya menjadi buah bibir hingga ke Memphis. Seseorang lantas berbisik kepada Firaun bahwa Sarah tinggal dan dilindungi seorang pria. Dialah Ibrahim AS.

Dengan kekuasaannya, Firaun pun mengutus prajurit untuk menjemput Ibrahim dan Sarah. Mendapat undangan dari sang raja, Ibrahim merasa tak ada pilihan. Dia tak ingin dakwah yang diemban hancur karena menolak undangan Firaun.

Mereka berdua kemudian datang ke Istana Dinding Putih di Memphis. Hanya, Ibrahim tak diperkenankan menemani Sarah menghadap Fir'aun. Tinggallah Sarah sendiri berhadap-hadapan dengan raja bersulam emas.

Namun, Sarah merupakan sosok perempuan salehah pendamping nabi. Loyalitas Sarah sudah diuji ketika Ibrahim berhadapan dengan Raja Namrud. Alih-alih lemah karena kezaliman sang raja yang begitu zalim kepada Ibrahim, Sarah justru kerap menguatkan suaminya. Dia menjadi penyemangat Ibrahim untuk kuat menjalankan medan dakwah nan berat.

Begitu pula apa yang ditunjukkan Sarah kepada Firaun. Perempuan mulia ini bukan hanya tak bisa dijamah. Firaun yang gagah dan digdaya dibuat tidak berkutik di depan perempuan lemah tersebut. Sarah dengan kesalehannya yang lekat dengan shalat mampu menjungkal kan kekuatan raksasa di depannya. Allah SWT menjaga kesucian Sarah.

Abu Zanad menuturkan--Abu Salamah bin Abdurrahman menceritakan dari Abu Hurairah--Sarah berdoa, Ya Allah jika orang ini mati, orang-orang yang mengatakan bahwa Sarah telah membunuhnya. Kemudian, ia melepaskannya. Namun, ia kembali bangkit hendak meraih Sarah. Kemudian, Sarah segera bangkit mengambil wudhu dan mengerjakan shalat. 

Sarah berucap. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu, dan aku senantiasa memelihara kemaluanku, kecuali kepada suamiku, janganlah Engkau jadikan aku berada di bawah kekuasaan orang kafir, kemudian raja itu merasa napasnya tersengal hingga kakinya terjatuh ke tanah."

Bukan tanpa alasan Allah SWT menjaga Sarah. Dia merupakan sosok yang taat beribadah. Kedekatannya kepada Allah SWT dimulai sejak beriman hingga ajal menjemput. Sarah pun menjadi salah satu perempuan yang mendapat rahmat pada masa tuanya. Ketika berusia sekitar 90 tahun, dia mengandung Ishak AS. Sebuah kehamilan yang hanya bisa terjadi lewat kuasa Allah Rabbul Izzati. (Ditukil dari buku Sarah Perempuan Peng genggam Cinta).[]Sumber:republika

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.