09 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Harta Karun Rp 6,7 T Milik Nazi Ditemukan? Ini Lokasinya

...

  • TEMPO
  • 26 April 2016 22:00 WIB

Bendera swastika Nazi. @Wikipedia.org
Bendera swastika Nazi. @Wikipedia.org

<!--StartFragment-->Warsawa - Seorang pemburu emas Nazi asal Polandia mengklaim telah menemukan harta karun peninggalan Nazi pada era Perang Dunia II yang diperkirakan bernilai 350 juta pound sterling (Rp 6,7 triliun).

Kurator Museum Mamerki, Bartlomiej Plebanczyk, percaya bahwa dia telah menemukan kamar bawah tanah yang sebelumnya tidak diketahui orang, setelah dia menggeledah kompleks terowongan Nazi dan kubunya.

Harta karun yang disebut kamar “Amber” itu berusia 300 tahun yang terletak di Catherine Palace, dekat St Petersburg. Kamar ini hilang lebih dari 70 tahun lalu dengan beberapa saksi mengklaim bahwa mereka pernah melihat “harta” itu sedang dimuat ke dalam kapal Jerman.

Plebanczyk mengklaim temuannya itu adalah harta karun yang pernah disebut-sebut sebagai Keajaiban Dunia ke-8. Mengutip laman Telegraph.uk, Plebanczyk kini sedang mengajukan izin untuk menggali lebih dalam ruang kamar bawah tanah itu agar bisa meninjau keadaannya.

"Saya akan mencoba menggunakan radar untuk memungkinkan saya membongkar lebih lagi. Saya harus mengebor kamar bawah tanah itu dan akan mencoba menurunkan video di sana. Bagaimanapun, saya harus menunggu persetujuan petugas konservasi sejarah lokal," katanya, dikutip Telegraph.

Kamar tersebut diklaimnya terletak di hutan dekat Mamerki, sebuah desa kecil di Polandia sekitar 60 mil dari Kota Kaliningrad, dekat perbatasan Rusia. Pihak berwenang di kota terdekat dari Wegorzewo mengatakan mereka akan menyelidiki isi ruang tersembunyi itu.

"Jika itu bukan kamar Amber, mungkin itu adalah beberapa harta lainnya," tutur Andrzej Lachowicz, wakil wali kota. 

Tahun lalu, dua pemburu harta mengklaim menemukan sebuah kereta berisi emas Nazi yang diyakini hilang pada akhir perang di kompleks terowongan bawah tanah dekat Kota Wałbrzych. Namun penelitian atas terowongan itu oleh ilmuwan Polandia tidak menemukan jejak kereta.<!--EndFragment-->[]Sumber:tempo

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.