25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hilang 1.700 Tahun, Kota Kuno Neapolis Ternyata Tidur di Dasar Laut

...

  • KOMPAS
  • 08 September 2017 11:40 WIB

Misi arkeologi Tunisia-Italia telah mencari bukti-bukti keberadaan Neapolis sejak 2010. @National Heritage Institute Tunisia/University of Sassari
Misi arkeologi Tunisia-Italia telah mencari bukti-bukti keberadaan Neapolis sejak 2010. @National Heritage Institute Tunisia/University of Sassari

TUNIS - Setelah menghabiskan waktu selama tujuh tahun, usaha para arkeolog untuk mencari kota kuno Neapolis akhirnya membuahkan hasil. Kota penting di era Kekaisaran Romawi kuno itu ditemukan tak jauh dari kota modern Nabeul, timur laut Tunisia.

Sebagian dari Neapolis tenggelam akibat gempa dan tsunami pada 21 Juli tahun 365 Masehi. Sejarawan Ammien Marcellin mencatat, bencana alam yang sama diperkirakan menyebabkan kerusakan besar di Alexandria, Mesir dan di Pulau Kreta, Yunani pada saat itu.

Saat ditemukan oleh para peneliti dari Tunisian National Heritage Institute dan University of Sassari di Italia, reruntuhan Neapolis terbentang lebih dari 20 hektar.

Meski terendam ribuan tahun, wujudnya masih terlihat jelas, mulai dari jalan, monumen, hingga sekitar seratus tangki yang digunakan untuk menghasilkan garum - saus ikan fermentasi yang menjadi bumbu populer di Roma kuno dan Yunani, yang kemungkinan merupakan faktor signifikan dalam perekonomian Neapolis.

"Ini adalah penemuan besar. Penemuan ini telah memungkinkan kita untuk menetapkan dengan pasti bahwa Neapolis adalah pusat utama pembuatan garum dan ikan asin, bahkan (Neapolis) mungkin merupakan pusat garum terbesar di dunia Romawi, " kata kepala tim peneliti, Mounir Fantar, kepada AFP.

Seperti diwartakan oleh Science Alert 5 September 2017, Neapolis didirikan pada abad ke-5 SM. Dalam Bahasa Yunani, Neapolis berarti “kota baru”.

Pada saat itu, tak ada alat ilmiah untuk mengukur besarnya gempa. Para sejarawan memperkirakan gempa terjadi sebanyak dua kali dengan kekuatan paling besar mencapi 8,0 magnitudo. Kekuatan pergerakan bumi itu mampu memisahkan beberapa bagian dari Kreta hingga sejauh 10 meter.

Neapolis berpindah tangan akibat pertikaian beberapa fraksi. Hal itu membuatnya menjadi tempat bersejarah penting di wilayah Afrika Utara. Penemuan ini tentunya memberikan kemungkinan baru untuk menyingkap sejarah. Sebab, tidak banyak literatur Romawi yang menulis tentang Neapolis.

Kemungkinannya, hal itu terjadi akibat ketidaksetiaan warga Neapolis terhadap Romawi. Sebelum dikuasai Romawi, mereka berpihak kepada Carthage selama perang punis ketiga pada tahun 149-146 SM.

"Kami sebenarnya mencari kota pelabuhan, dan pencarian di bawah air memungkinkan kami mengenali jejak lain, terutama kepastian bahwa Neapolis mengalami gempa ini pada tahun 365 M," kata Fantar.[]Sumber:kompas

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.