09 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hindia Belanda di Masa Flu Spanyol, Pandemi 1918 yang Membunuh Jutaan Jiwa

...

  • portalsatu.com
  • 22 March 2020 21:00 WIB

Flu Spanyol. @medicalmuseum.mil
Flu Spanyol. @medicalmuseum.mil

Pandemi influenza tahun 1918 atau biasa dikenal sebagai flu Spanyol merupakan salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia. Diperkirakan terdapat 500 orang yang terinfeksi penyakit ini dengan total kematian 50 juta jiwa.

Indonesia atau Hindia Belanda pada masa itu juga tidak luput dari penyakit mematikan tersebut. Setidaknya terdapat 1,5 juta nyawa melayang akibat pandemi ini.

Walau begitu temuan dari Siddharth Chandra, direktur Asian Studies dari University of Michigan pada tahun 2013 memperkirakan jumlah yang berbeda. Di Jawa dan Madura saja, dia memperkirakan angka kematian ini berkisar antara 4,26 hingga 4,37 juta jiwa.

Penyakit flu Spanyol ini diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pada sekitar Juni hingga Juli 1918 melalui Sumatera Utara. Penyakit ini masuk ke Sumatera melalui semenanjung Malaya serta masuk ke Jawa melalui Singapura. Selain ke Jawa, persebaran virus ini juga terjadi dari Singapura ke Kalimantan Barat pada pertengahan Juli.


Dua Gelombang Masuknya Penyakit

Chandra menyebut bahwa terjadi dua gelombang terjadinya pandemi ini di Indonesia. Gelombang pertama terjadi di wilayah barat Indonesia dan tak menyebar ke bagian timur.

Sedangkan gelombang kedua terjadi pada Oktober hingga Desember 1918. Dibanding gelombang pertama, gelombang kedua ini memiliki cakupan lebih luas dengan kasus yang lebih parah.

Pada sejumlah kasus yang terjadi di Indonesia, tidak banyak bukti yang menyebut bahwa kasus ini menyebabkan kematian. Namun jika dibandingkan pada data kematian tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kematian yang cukup signifikan di sejumlah daerah. Hal ini diperkirakan disebabkan karena persebaran flu Spanyol ini.

Pemerintah Hindia Belanda Kurang Persiapan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Colin Brown pada tahun 1987 mengenai kasus flu Spanyol di Indonesia memperkirakan bahwa terjadi 1,5 juta kematian akibat penyakit ini. Perkiraan jumlah tersebut diperoleh dari kalkulasi peningkatan kematian pada tahun 1918 dan 1919.

Walau jumlah tersebut masih perkiraan, tingginya kematian ini juga disebabkan karena perhatian yang kurang tepat dalam penanganan flu Spanyol. Priyanto Wibowo Priyanto Wibowo dan kawan-kawan dalam buku Yang Terlupakan: Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda (2009) menyatakan bahwa banyak pejabat Belanda di Hindia tidak begitu mempedulikan adanya informasi tentang perkembangan penyakit itu.

Persebaran Kencang di Jawa Timur

Pada November 1918, telah ada telegram dari Banjarmasin yang menjelaskan bahwa daerah mereka tengah darurat menghadapi wabah Influenza. Hal ini kemudian disusul laporan dari Buleleng dan Banyuwangi yang juga menyampaikannya.

Penyakit ini menyebar dengan cepat di Jawa Timur terutama melalui Surabaya yang ramai pelabuhannya. Pada akhir November 1918, Pemerintah Hindia Belanda telah menerima laporan bahwa penyakit itu telah melanda Jawa Tengah dan memasuki wilayah Jawa Barat.

Gunakan Obat Malaria

Pemerintah Hindia Belanda mulai melakukan riset untuk pengobatan bagi wabah ini. Cara pertama adalah dengan menggunakan pil kina yang manjur untuk malaria. Selanjutnya mereka juga membuat tablet penyembuh influenza.

Berbagai cara tetap dilakukan pemerintah untuk menekan angka influenza ini. Karena udara disebut menjadi penyebab persebaran dari penyakit ini, mereka membagikan masker pada warga yang tinggal di daerah terjangkit wabah influenza.

Pemerintah Hindia Belanda cukup alot dalam melakukan perundingan penerbitan peraturan dan tata laksana penanggulangan Flu Spanyol ini. Akhirnya pada 20 Oktober 1920 peraturan yang terkait masalah ini yaitu Influenza Ordonantie diterbitkan. Namun sayangnya pada saat itu, kasus influenza ini sudah menurun dan memakan banyak korban jiwa.[]Sumber:merdeka.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.