21 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Imam Syafi'i Pernah Mengadu Soal Jeleknya Hafalannya, Begini Kata Gurunya

...

  • portalsatu.com
  • 12 September 2020 09:00 WIB

Lantas keluarlah sya'ir yang diucapkan di atas. Inilah tanda waro' dari Imam Syafi'i, yaitu kehati-hatian beliau dari perkara maksiat. Beliau melihat kaki wanita yang tidak halal baginya, lantas beliau menyebut dirinya bermaksiat. Sehingga ia lupa terhadap apa yang telah ia hafal. (Baca Juga: Saat Imam Syafi’i Berguru ke Imam Malik di Madinah)

Hafalan beliau bisa terganggu karena ketidak-sengajaan. Itu pun sudah mempengaruhi hafalan beliau. Bagaimana pada orang yang senang melihat wajah wanita, aurat mereka atau bahkan melihat bagian dalam tubuh mereka. Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni kita.

Al-Habib Qauraisy Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat) mengatakan, sudah makruf perkataan Imam Syafi'i di tengah-tengah kita mengenai jeleknya hafalan karena sebab maksiat. Hal ini menjadi ibrah bagi kita bahwa maksiat bisa mempengaruhi jeleknya hafalan dan mengganggu ibadah kita.

Sebagai renungan untuk kita semua, bahwa Cahaya Allah baik itu berupa ilmu, bimbingan atau lindungan rahmat-Nya akan jauh dari pelaku maksiat. Semoga Allah memberi taufik kepada kita agar terhindar dari perkara maksiat.Siapa yang tak kenal Imam Syafi'i, seorang ulama besar imam Mazhab Syafi'iyah yang dijuluki Nashih Al-Hadits (pembela Sunnah Nabi). Beliau bernama asli Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i (150-204 Hijriyah).

Suatu hari beliau mengadu kepada gurunya Imam Waki' tentang tentang jeleknya hafalannya. Padahal Imam Syafi'i terkenal dengan hafalan yang luar biasa. Diriwayatkan dari Imam Asy-Syafi’i, ia berkata, "Aku telah menghafal Al-Qur'an ketika berumur 7 tahun. Aku pun telah menghafal kitab Al-Muwatho' ketika berumur 10 tahun. Ketika berusia 15 tahun, aku pun sudah berfatwa." (Thorh At Tatsrib, 1: 95-96). Sungguh hebat hafalan beliau rahimahullah. 

"Aku pernah mengadukan kepada Waki' tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat." (I'anatuth Tholibin, 2: 190).

Namun, kenapa hafalan beliau bisa terganggu? Ketika itu Imam Syafi'i mengadukan pada gurunya Waki'. Beliau berkata, "Wahai guruku, aku tidak dapat mengulangi hafalanku dengan cepat. Apa sebabnya?" Sang Guru Imam Waki' lantas berkata: "Engkau pasti pernah melakukan suatu dosa. Cobalah engkau merenungkannya kembali!"

Imam Syafi'i pun merenung, beliau merenungkan keadaan dirinya, "Apa ya dosa yang kira-kira telah kuperbuat?" Beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau melihat seorang wanita tanpa sengaja yang sedang menaiki kendaraannya, lantas tersingkap pahanya. Ada yang mengatakan: yang terlihat adalah mata kakinya. Lantas setelah itu beliau memalingkan wajahnya.[]sumber:sindonews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.