13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Michael Rockfeller Putra Miliarder AS Raib di Hutan Papua

...

  • PORTALSATU
  • 04 December 2018 11:30 WIB

Michael Rockfeller saat pertama kali berada di Irian Barat Mei 1960. (President and Fellows of Harvard University; Peabody Museum of Archeology and Ethnology)
Michael Rockfeller saat pertama kali berada di Irian Barat Mei 1960. (President and Fellows of Harvard University; Peabody Museum of Archeology and Ethnology)

Tahun 1961, para Antropolog dunia sedang mengandrungi penjelajahan ke daerah-daerah yang belum dijamah. Sebut saja daerah tersebut unexpected area di bumi. Salah satu sasaran penjelajahan ialah di Hindia New Guinea atau Papua.

Tersebutlah nama Michael Clark Rockfeller, anak laki-laki dari miliarder Amerika Serikat (AS), Nelson Rockfeller, yang ngebet pergi ke hutan Irian Barat.

Rockfeller muda memang gemar akan petualangan di alam liar. "Ini adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang penuh petualangan," ujar dia, dikutip dari allthatsinteresting.com.

Tujuan Rockfeller muda ini ingin menemui suku Asmat yang saat itu sama sekali belum dijamah oleh kehidupan luar.

Pada 17 November 1961 mulailah petualangan penuh teka-teki ini. Bersama seorang Antropolog Belanda, Rene Wassing, Rockfeller menaiki sebuah perahu tradisional menyusuri sungai-sungai di belantara hutan Papua.

Apes bagi mereka, 19 November 1961, perahu yang tumpangi terbalik dan hanyut di sungai. Sampai di bantaran sungai hanya Rene Wassing yang selamat dan pemandu lokal mereka.

Sedangkan Rockfeller hilang entah kemana. Raibnya Rockfeller muda ini bahkan menjadi headline berita di dunia.

Keluarganya di AS yang mendengar hilangnya Rockfeller berusaha melakukan operasi pencarian. Namun mereka kesulitan mendapat akses lantaran di Irian Barat sedang ada operasi militer skala besar (Trikora) yang dilakukan Indonesia untuk merebut bumi Cenderawasih dari tangan Belanda.

Namun, pencarian Michael Rockfeller tetap dilaksanakan. Banyak spekulasi mengenai nasib Rockfeller dari ia mati dimakan buaya, tenggelam hingga yang paling heboh menjadi korban kanibalisme suku pedalaman Papua.

Usaha pencarian selama dua bulan akhirnya membuahkan hasil. Tim menemukan sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu. Setelah diotopsi maka diidentifikasi itu adalah bagian tubuh dari jasad Micahel Rockfeller.

Tiga tahun setelahnya tepatnya 1964, secara hukum Michael Rockfeller dinyatakan mati.

Penulis: Seto Ajinugroho.[]Sumber: gridhot.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.