14 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Monyet Berpangkat Kopral Jadi Tentara Andalan Dalam Perang Dunia I

...

  • Intisari Online
  • 29 May 2019 16:30 WIB

Jackie monyet bergelar kopral. (All That Interesting)
Jackie monyet bergelar kopral. (All That Interesting)

Sebelumnya ada kisah seekor monyet bernama Jack yang secara sempurna bekerja sebagai petugas palang kereta di Afrika Selatan.

Jack adalah contoh sempurna seekor monyet yang bisa menjaga palang selama 9 tahun tanpa membuat kesalahan.

Namun, itu hanya satu dari banyak kisah monyet bahwa ternyata ada monyet lain selain Jack yang memiliki kisah luar biasa.

Dilansir dari All That Interesting, Rabu, 29 Mei 2019, dia adalah Jackie.

Jackie adalah monyet sejenis dengan Jack yang bertugas di Resimen Infanteri Afrika Selatan selama perang Dunia I.

Sama seperti kisah Jack, Jackie juga ditemukan oleh seorang pria bernama Albert Marr.

Marr menemukannya ketika Jackie sedang berkeliaran di tanah pertaniaanya, jadi dia memutuskan untuk membawanya dan melatihnya menjadi anggota keluarga.

Jackie tinggal bersama Marr selama beberapa tahun dan belajar menjadi monyet yang terhormat, kemudian tahun 1915 Marr mendaftarkan diri ke perang.

Tak ingin meninggalkan Jackie, Marr juga bertanya atasannya untuk membawa Jackie bergabung sebagai tentara.

Sangat mengejutkan, bahwa dia diperbolehkan bergabung seperti prajurit lainnya. Kemudian, Jackie juga diberi seragam lengkap, lencana, dan buku gaji serta catatannya sendiri.

Dia juga bertindak dan diperlakukan sama seperti prajurit lainnya, ketika dia melihat perwira atasannya lewat dia berdiri dan memberikan hormat denga benar.

Dia juga sering menyalakan rokok untuk rekan-rekan perwiranya, dan menjadi penjaga karena indra penciumannya dan pendengarannya yang bagus.

Karena dedikasi tinggi kepada tentara dia diangkat menjadi maskor resmi Resimen Transvaal ke-3 dan dibawa ke mana-mana bersama para prajurit.

Dia menghabiskan waktu di parit Prancis ketika perang, juga menderita luka tembak ketika perang.

Selama baku tembak, Jackie bertugas membangun tembok batu di sekeliling dirinya untuk perlindungan.

Semenetara dia sibuk membangun, sepotong peluru terbang di atas tembok mengenai kaki kanannya.

Dokter resimen membawanya menggunakan tandu ke rumah sakit, dan menyelamatkan kakinya. Namun sayang dia harus diamputasi demi menyelamatkannya.

Karena keberaniannya Jackie dianugerahi medali keberanian, serta dipromosikan untuk menjadi kopral.

Menjelang akhir perang, Jackie diberhentikan di Kamp Penyebaran Maitland di Cape Town.

Dia pergi dengan membawa surat-surat keluarnya selayaknya pensiunan militer, dan formulir pekerjaan untuk penduduk sipil prajurit yang diberhentikan.

Seperti teman sejati, Jack dan Marr kembali ke pertaniannya, Jackie menyerahkan hidupnya untuk kehidupan menyenangkan di pertanian sampai meninggal tahun 1921.

Sampai hari ini, Jackie adalah monyet satu-satunya yang telah mencapai peringkat prajurit di Infanteri Afrika Selatan dan satu-satunya monyet yang berperang dalam Perang Dunia I.

Baik Jack dan Jackie keduanya menunjukkan bahwa terkadang monyet sekalipun bisa bekerja dengan dedikasi yang lebih baik daripada manusia.

Penulis: Afif Khoirul M.[] Sumberintisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.