07 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Saat Barang Hitler Dilelang: Topi Silinder Rp775 Juta, Buku Rp2 Miliar

...

  • portalsatu.com
  • 25 May 2020 09:00 WIB

Topi Adolf Hitler. (FOTO: DPA/Picture Alliance)
Topi Adolf Hitler. (FOTO: DPA/Picture Alliance)

Topi silinder milik Adolf Hitler dibeli seharga 55.300 dolar AS atau sekitar Rp775 juta oleh seorang pengusaha Swiss kelahiran Lebanon, Abdallah Chatila. Acara lelang kontroversial itu digelar pada 20 November 2019 di Kota Bavaria, Munich.

Chatila mengatakan dirinya ingin menyimpan topi tersebut agar tidak berada dalam kuasa neo-Nazi.

"Sangat penting bagi saya bahwa barang yang berasal dari era bersejarah yang menyakitkan seperti ini tidak jatuh ke tangan yang salah," kata Chatila, kepada Deutsche Welle.

Pria berusia 45 tahun yang menjalankan bisnis berlian bernilai jutaan dolar di Jenewa ini mengatakan, dirinya ingin membeli lebih banyak barang lagi, namun gagal memenangkan semua penawaran di acara lelang yang digelar oleh rumah lelang Hermann Historica itu.

Memorabilia lain dari era Nazi yang berhasil dibeli Chatila adalah salinan Mein Kampf Hermann Goering yang dijual seharga 130 ribu euro atau setara Rp2 miliar. Mein Kampf merupakan buku karya Adolf Hitler, dalam Bahasa Indonesia diartikan 'perjuanganku'.

Semua barang-barang itu didonasikan kepada asosiasi Keren Hayesod, sebuah kelompok penggalang dana, yang kemudian akan memutuskan untuk melakukan apa terhadap barang-barang itu.

"Saya sangat berharap barang-barang ini akan dipamerkan di sebuah Museum Holocaust, tempat di mana barang ini akan berguna lebih baik dibandingkan entitas lain," kata Chatila.

Menurut profil yang ditemukan dalam website Swiss Arab Entrepreneurs, keluarga Chatila datang ke Swiss pada 1988. Dia bergabung dengan bisnis berlian keluarga itu pada 1995 yang kemudian menghasilkan banyak uang dari perdagangan berlian.

"Di saat sekarang ini, di mana tendensi dari nasionalisme dan anti-semitisme tumbuh di Eropa, saya ingin memberi contoh dengan nilai-nilai yang saya punya," katanya.

Kepala Asosiasi Yahudi Eropa, Rabi Menachem Margolin, menyatakan bahwa dia terpesona dengan tindakan Chatila.

"Dalam dunia yang sinis ini, sebuah kebaikan yang nyata, kemurahan hati dan solidaritas," ujarnya, dalam sebuah pernyataan.

Namun, setelah pelelangan beberapa waktu lalu, Margolin mengatakan bahwa menjual memorabilia dari era Nazi adalah perbuatan tidak bermoral.

"Itu salah memonetisasi benda-benda yang ternoda darah semacam itu, terutama di Jerman," katanya.

Topi silinder yang bisa dilipat itu diproduksi oleh J-A. Seidl di awal 1930-an dan ditemukan di kediaman pribadi Hitler di Munich. Sementara, edisi khusus Mein Kampf yang dilelang adalah salah satu dari seratus edisi terbatas yang disisihkan oleh penerbit di Munich untuk tujuan khusus dan termasuk di dalamnya, sejarah Partai Nazi.[]Sumber:sindonews.com/inews.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.