15 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sumatra Adalah Nama Kota Kuno di Kawasan Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara

...

  • portalsatu.com
  • 02 July 2020 08:00 WIB

Tampak dari atas Krueng Pase (Sungai Pasai), di kawasan Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Foto: R.A. Karamullah
Tampak dari atas Krueng Pase (Sungai Pasai), di kawasan Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Foto: R.A. Karamullah

Kota Sumatra
Oleh: Musafir Zaman*

DEWASA ini, Sumatra hanya dikenal sebagai nama pulau terbesar di barat Asia Tenggara. Tapi pada hakikatnya, nama itu telah diangkat dari satu nama kota Islam terkenal di pantai utara Sumatra, yang hari ini berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Ibnu Baththuthah dalam Tuhfah An-Nazhzhar telah (703-779 Hijriah/1304-1377) melafalkan nama Sumatra dengan "Sumuthrah". Penjelajah dan sarjana asal Tangier (Thanjah), Maroko, ini melukiskan kota itu sebagai kota yang besar dan indah, dikelilingi benteng dan menara-menara yang terbuat dari kayu. 

Satu arsip surat dari permulaan abad ke-10 Hijriah (ke-16) dan ditulis atas nama penguasa Sumatra pada waktu itu, Sultan Al-Qa'im tahta Amril-Llah Zainal 'Abidin, dengan terang menuliskan nama kota Islam ini dengan "Syummuthrah". Arsip surat tersebut sekarang tersimpan di Lisabon, Portugis.

Kota Sumatra terkenal sebagai pusat da'wah dan kebudayaan Islam sepanjang kurun ke-7 Hijriah (ke-13) sampai ke-10 Hijriah (ke-16). Lain itu, ia juga dikenal sebagai pusat perdagangan dunia di jalur Selat Malaka. Perannya dalam da'wah dan kebudayaan Islam, serta perdagangan dunia telah memberikan pengaruh besar bagi kemajuan masyarakat-masyarakat di Asia Tenggara, baik daratan maupun kepulauannya.

Di kawasan situs sejarah kota Islam Sumatra, sampai hari ini, masih dapat ditemukan jejak-jejak bendawi dari masa kegemilangannya. Yang paling menonjol di antaranya adalah batu nisan.

Batu-batu nisan itu, secara khusus, mengabarkan tentang sejumlah besar tokoh-tokoh penting yang hidup sepanjang zaman Sumatra, dan menginformasikan ragam ihwal kebudayaan dan kehidupan yang berlangsung pada masa itu.

Maka dari itu, batu-batu nisan tersebut tidak saja sebagai penanda kubur bagi sekian Muslim dan Muslimah yang patut dikenang dan didoakan, tapi juga merupakan media yang memperkenalkan para pelaku sejarah yang telah ikut membawa Asia Tenggara ke era Islam.[]sumber:mapesaaceh.com

*Peneliti Warisan Peradaban Islam di Asia Tenggara

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.