09 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terbuat dari Lumpur, UNESCO Resmikan Masjid Djenne sebagai Warisan Dunia

...

  • OKEZONE
  • 23 March 2020 09:00 WIB

Masjid Raya Djenne, Mali, Afrika Utara. @The New York Times
Masjid Raya Djenne, Mali, Afrika Utara. @The New York Times

KOTA Djenne, Mali, Afrika Utara, terdapat sebuah bangunan masjid yang terbuat dari lumpur (tanah liat cair) dengan ukuran terbesar di dunia. Masjid tersebut bernama Masjid Raya Djenne.

Dilansir dari New York Times, Jumat (20/3/2020), Bersama dengan Kota Kuno Djenné, tempat ini menjadi situs warisan dunia UNESCO pada 1988.

Masjid Raya Djenne dibangun pertama kali pada 1240 M oleh penguasa Djene, Sultan Koii Kunboro. Masjid tersebut awalnya adalah sebuah istana. Setelah ia memeluk Islam, istana tersebut dialihfungsikan menjadi masjid.

Untuk ukuran Afrika ketika itu, bangunan tersebut pun sudah sangat mewah. Kesan tersebut seperti yang disampaikan oleh penguasa Djene, Syekh Amadou, pada awal abad ke-19.

Pada masa Syekh Amadou, masjid yang terbuat dari tanah liat ini mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada 1830 M karena bangunan pertama sudah lapuh dan runtuh. Sedangkan, bangunan ketiga dilakukan oleh para saudagar setempat pada 1907.

Mengangkat gaya arsitektur ala Sudan Sahili, bangunan ini merefleksikan kearifan lokal masyarakat Afrika Barat. Kehebatan sang arsitek Muslim, Ismaila Traore, mampu menyulap lumpur-lumpur tersebut menjadi bangunan berseni tinggi. Ia menggunakan bahan-bahan tradisional, seperti batang dan cabang pohon yang diaduk bersamaan bata lumpur kering dan juga tanah liat.

Sejarah Masjid Raya Djenné merupakan bagian penting dari sejarah Islam di Afrika. Kini, masjid tersebut menjadi incaran para wisatawan karena sejarah dan bangunannya yang mengagumkan.[]Sumber:okezonw

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.