06 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tiga Bukti Peradaban Afrika Pernah Maju dan tak Terbelakang

...

  • REPUBLIKA
  • 07 April 2019 09:30 WIB

Masjid Raya Niono, Mali. Foto: slamicart.org
Masjid Raya Niono, Mali. Foto: slamicart.org

Pertama, Metalurgi dan Penggalian

Metalurgi menjadi satu-satunya teknologi paling penting di Benua Afrika sebelum terjadinya kolonisasi Eropa.

Orang-orang Nubia, yang sekarang disebut Sudan dan Mesir sangat ahli di bidang metalurgi dan penggalian. Salah satu kota kuno Nubia, Meroe di sebut-sebut sebagai kota yang luar biasa.

Di sini, pusat teknologi metal berkembang pesat. Mulai dari besi, perunggu hingga beragam batuan berharga. Bahkan, makam-makam pada masa itu pun berlapis metal.

Teknologi ini pun menyebar luas seperti ke Mesir Kuno, Kekaisaran Yunani-Romawi, hingga masyarakat Aksum (100-700 M) yang tinggal di wilayah yang saat ini bernama Ethiopia dan Dataran Tinggi Eritrea.

Kerajaan Aksum, peradaban kuno Etiopia tampaknya menjadi yang paling inovatif dalam hal penggalian. Mereka memiliki pengetahuan luas tentang granit.   

Djenne-Djenno, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di Lembah Sungai Niger di negara Mali menunjukkan bahwa metalurgi tiba di Afrika Barat sekitar milenium pertama SM.

Pada milenium pertama masehi, produksi besi dirasa terlalu besar sehingga ide ekspor pun muncul.

Banyak masyarakat dari Afrika Selatan kemudian bertindak sebagai eksportir metal di awal milenium kedua.

Beragam peralatan pertanian, senjata, perhiasan dari metal ditemukan di berbagai situs arkeologi di sana.

"Soninke (Etnis Afrika Barat) adalah yang pertama mengambil keuntungan dari teknologi pengerjaan besi yang dikembangkan di Afrika Barat sekitar 500 SM hingga 400 SM," tulis Khaleel Shaikh dikutip dari laman muslimheritage

Penduduk Pantai Afrika Timur dan pulau-pulau yang mengelilingi wilayah tersebut juga memiliki industri metalurgi yang menguntungkan.

Ada banyak contoh peleburan dan penempaan besi di seluruh pantai timur, termasuk Kepulauan Comoro dan Madagaskar.

Metalurgi juga hadir di Zambia dan Afrika Tengah. Selama paruh pertama milenium kedua masehi, penggalian arkeologis telah mengungkapkan penambangan luas dan karya-karya logam yang keluar di Zambia. 

Di Zimbabwe Besar, emas, besi, tembaga, dan timah juga dapat ditemukan dalam bentuk alat, senjata, dan perhiasan.

Kedua, Pertanian dan Tekstil

Karena lingkungan yang bervariasi dan melimpah di benua Afrika, banyak bukti yang telah ditemukan tentang teknologi dalam bidang pertanian dan produksi tekstil.

Selama masa perang Punisia di Afrika Utara, produksi pewarna alami, Garum (bumbu ikan yang difermentasi), dan minyak zaitun mencapai puncaknya.

Berkat sisa-sisa mesin pengepres minyak zaitun yang sebagian ada di Tripoli selatan, para arkeolog berasumsi bahwa orang-orang Afrika Punisia dan Romawi Utara adalah pengekspor barang-barang tersebut.

Selain itu, alat bajak dan perangkat beroda lainnya juga digunakan oleh orang Afrika Utara untuk bertani.

Sementara itu, di Afrika Barat naskah adalah bagian penting dari budaya mereka. Karena itu, pembuat kertas, alat tulis, juru tulis, cendekiawan, penjilid buku, penyamak kulit, penyepuh emas dan petani semuanya akan menjadi spesialis dalam produksi buku-buku Afrika Barat.

Garam juga diproduksi di Pantai Afrika Timur dan Afrika Tengah. Di Mkadini, Tanzania, mereka menguapkan air laut untuk membuat garam, yang dipraktikkan di pertengahan milenium kedua sebelum masehi.

Sementara di Kibiro, Uganda, garam diproduksi dengan kemurnian 97,6 persen pada awal milenium kedua.

Pria kulit hitam datang dari negara mereka dan mengambil garam dari Taghaza. Di kota Mali, itu dijual seharga dua puluh hingga tiga puluh mithqals, dan kadang-kadang sebanyak empat puluh.

Orang negro menggunakan garam sebagai alat tukar, sama seperti emas dan perak digunakan di tempat lain.

photo

Peta Zambia, Mozambique, Botswana, dan Zimbabwe yang berada di Benua Afrika.

Ketiga, Militer dan Transportasi

Terdapat beberapa contoh di mana teknologi telah memainkan peran yang penting di Benua Afrika, termasuk dalam bidang militer maupun transportasi.

Setelah Perang Punisia (264 SM-146 SM) antara Carthage dan Roma, teknologi militer menjadi bagian penting dari budaya Afrika Utara.

Kota kuno di Afrika Utara, Kartago dikenal karena Angkatan Laut Militernya dan pembangunan kapal perangnya untuk memerangi Romawi.

Taktik militernya telah ditunjukkan prajurit Ratu Amina dari Zazzau, Nigeria Utara. Wilayah taklukannya diperluas dari Bauchi di timur ke Sungai Niger di selatan. Ratu Amina terkenal karena membangun kota-kota bertembok agar terlindung dari penjajah.

Di bidang transportasi, kapal layar telah digunakan oleh orang Nubia untuk alasan perdagangan di sepanjang Sungai Nil.

Graham Connah juga menyebutkan bahwa ada kapal berumur 8000 tahun yang ditemukan di Dufna, Northeast Nigeria. 

Kapal teesebut berkaitan dengan orang-orang Swahili, suku bangsa yang berasal dari pantai Afrika Timur. 

Perahu seperti itu bahkan digambarkan di dinding rumah dan masjid yang mengungkapkan pentingnya moda transportasi ini untuk penduduk setempat di wilayah itu.  

Orang Afrika Timur yang hanya mahir dalam membangun kapal, mereka juga tampaknya memiliki pemahaman yang baik tentang keterampilan navigasi dan pelayaran karena ada bukti kontak mereka dengan Madagaskar, Kepulauan Comoro, dan Asia Selatan dan Tenggara.[]Sumber:republika.co.id

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.