23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jalan

...

  • MUDIN PASE
  • 10 September 2019 08:00 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

"Berat kali tantangannya kali ini, kayaknya aku mundur aja deh," curhat seorang teman.

"Hei, jangan patah arang, tantangan yang ada jauh lebih kecil dari semua yang telah kau punyai dari pekerjaan ini," tegur saya.

Sahabat!!!

Semisal mobil, kita terporosok ke lubang lumpur. Tentu kita berupaya mengeluarkan. Kecil sekali kemungkinan kita meninggalkan begitu saja. Upaya apapun akan kita lakukan. Segala strategi kita cari.

Nah, begitu juga kehidupan. Ada saatnya kita jatuh. Ada saatnya kita terperosok. Namun, jangan pernah berpikir berhenti berjuang. Walau ada kalanya kelelahan dan jenuh datang.

Padahal, kita sampai di titik kita jatuh. Telah melalui jalan panjang dan berliku. Maka berhenti adalah kerugian besar atas semua proses yang kita lalui.

Tentu kita boleh rehat. Untuk menyegarkan pikiran. Demi menemukan strategi atau solusi. Supaya kita tidak terperangkap mati di lubang itu.

Ada gunanya kita jatuh terperosok. Sebab dari situ kita punya pengalaman. Supaya lebih hati-hati. Lebih mawas diri.

Rasulullah 13 tahun berjuang di Mekkah. Jatuh bangun yang parah. Hanya sedikit pengikut. Keteguhan Beliau Allah jawab dengan kegemilangan di Madinah.

Orang hebat tidak cukup dengan pencapaian. Tapi ianya mampu bertahan dan mampu survive dari kejatuhan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.