20 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Selesai

...

  • MUDIN PASE
  • 07 September 2019 08:40 WIB

Foto: istimewa/net
Foto: istimewa/net

"Tadi aku baru saja bertekak dengan penjual ikan, masak dia marah aku menawar harga," gerutu seorang teman saat ngopi.

"Kawan, jangan buang waktu dan pikiranmu untuk hal yang tidak merugikanmu sama sekali," kata saya sambil senyum.

Sahabat!!!

Jangan mudah terpancing. Sehingga sikap atau perilaku orang lain mempengaruhimu. Contoh di atas, kita pembeli. Jika penjual tak sudi. Maka kita bisa cari penjual lain. Buat apa kita marah atau kesal. Toh, uang masih kita kantongi.

Dalam keseharian kita sering menemukan hal begini. Kita marah melihat perilaku orang lain. Sementara si pelaku terkadang tidak merasa. Kita ngedumel setengah mati. Siapa yang rugi? Ya, kita. Membuat sakit hati dan tak nyaman.

Maka sebaiknya daripada merepet atau kesal, hal yang salah itu ambil pelajaran saja. Bahwa kita tidak akan melakukan hal tersebut pada makhluk lain.

Semisal kita melihat orang membuang sampah sembarangan. Atau meludah saat kita makan. Jika tak mungkin menegurnya. Maka kenyataan itu cukup manjadi iktibar. Jangan bawa ke hati. Sampai Anda tidak melanjutkan makan. Yang rugi Anda. Yang gagal kenyang Anda. Dia sama sekali tak rugi. Bahkan, dia mungkin plong saja.

Jadi, terbawa emosi atas sikap orang lain. Adalah kesia-siaan yang merugikan kita. Situasi situasi itu terus kita temui. Maka kalau kita menanggapinya dengan salah. Atau baperan, maka kita sedang menyakiti diri kita.

Betapa bodohnya kita. Menghabiskan energi untuk sesuatu yang kita tidak kuasa mengubahnya. Sikap bijaksana tanamkan dalam diri kita. Tidak akan melakukan hal negatif itu. Dan tebarkan nilai nilai baik yang kita yakini pada siapapun.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.