19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Teman

...

  • MUDIN PASE
  • 06 October 2019 07:30 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

"Sorry bro, aku harus selektif berteman, dengan posisi aku kini siapa saja bisa jadi musuh, bahkan kamu," tegas seorang teman pejabat.

"Teman terbaik saat berada di atas adalah yang paling bisa membuai dan memujamu," ucap saya.

Sahabat!!!

Jangan sesal bila kamu menemukan kawan model begini. Sebab sesungguhnya ia telah menunjukkan karakter aslinya. Orang-orang yang cemderung sombong. Atau memandang rendah orang lain. Saat dirinya sedang berkuasa. Merasa dia paling mampu. 

Ia sebenarnya sedang balas dendam. Dia sedang membeci masa lalunya. Sehingga alam bawah sadarnya menjauhi masa lalu. Manusia model begini tidaklah langka. Terutama di kalangan pejabat dan politikus.

Ganti nomor Hp. Bahkan sulit mengangkat telepon. Sulit ditemui dan cenderung menghindar tempat-tempat umum.

Produktifkah sikap ini? Sama sekali tidak. Makin sempit ruang interaksi. Makin sulit kita menemukan kritik. Makin mudah kita mendapat hal-hal negatif.

Mereka berpikir terbalik. Padahal, sahabat atau kenalan di masa sulitlah kawan sebenarnya. Bukan orang-orang yang datang karena melihat manfaat pada diri kita. Memuja atau "angkat telor" sebab punya tujuan.

Kebiasaan manusia begini. Karena takut memberi. Atau merasa terbebani. Sedang kawan baru jelas bisa langsung memberi manfaat timbal balik.

Namun, ingat bahwa tidak ada yang abadi. Konon lagi jabatan publik. Kita akan krmbali butuh teman tulus saat jadi orang biasa.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.