25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Direktur IDeAS: Bappeda Lakukan Pembodohan Publik

...

  • PORTALSATU
  • 30 January 2020 15:15 WIB

Munzami Hs. Foto istimewa/dok
Munzami Hs. Foto istimewa/dok

BANDA ACEH – Direktur Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS), Munzami Hs., menilai Bappeda Aceh telah melakukan pembodohan terhadap publik.

“Beberap hari lalu, Bappeda menjelaskan ke publik bahwa bengkaknya belanja pegawai dari 3,3 triliun dalam APBA 2019 menjadi 4,09 triliun dalam APBA 2020 karena ada penambahan 11.600 guru. Nah, kalau kita buka dokumen APBA justru belanja untuk tambahan penghasilan guru sertifikasi dan nonsertifikasi bukan membengkak, malah menurun dibandingkan tahun 2019 lalu,” tulis Munzami di dinding akun Facebook-nya, Kamis, 30 Januari 2020. Munzami mengizinkan portalsatu.com memberitakan pernyataannya itu. 

Munzami menjelaskan, dalam APBA 2019, tambahan penghasilan guru sertifikasi dan nonsertifikasi senilai Rp401 miliar. Dalam APBA 2020, kata dia, justru turun menjadi Rp373 miliar dalam pos belanja tidak langsung. 

“Kemudian pada pos belanja langsung pegawai tahun 2019 sebesar 762 miliar bengkak menjadi 1,27 triliun dan merupakan jumlah belanja langsung pegawai tertinggi kedua se-Indonesia setelah DKI Jakarta. Yang bengkak itu bukan belanja guru, tapi belanja tunjangan,” ungkap Munzami.[](*)

(Data APBA-P 2019. Sumber foto: IDeAS)

 

(Data APBA 2020. Sumber foto: IDeAS)

Lihat pula:

IDeAS: APBD Aceh Tertinggi Ke-5, Kemiskinan Tertinggi Ke-6 di Indonesia

Bappeda Sebut Penurunan Kemiskinan Aceh Karena Realisasi APBA Lebih 90 Persen, Benarkah?

Soal Penurunan Angka Kemiskinan Aceh, Pengamat: Pernyataan Kepala Bappeda Kurang Nyambung

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.