26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


2 Mahasiswi UI Ini Buat Konsep Produksi Listrik dari Air Hujan

...

  • KOMPAS
  • 09 August 2019 17:15 WIB

Aziza dan Jessica mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Indonesia. @MICO DESRIANTO/Kompas.com
Aziza dan Jessica mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Indonesia. @MICO DESRIANTO/Kompas.com

Berawal dari kesadaran melihat tingginya curah hujan di Indonesia, dua mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan konsep yang dapat memproduksi listrik dengan memanfaatkan air hujan.

Dua mahasiswi tersebut bernama Aziza (21) dan Jessica (21). Mereka menamakan konsep bautannya “Tall Building Generator Scheme: Nitinol Engine at Rooftop Coupled with Rainwater Pipe Turbine”.

Tak hanya memproduksi listrik, konsep tersebut juga dapat mendaur ulang air menjadi air bersih.

Menilik cara kerjanya, terdapat dua tangki yang bertugas menampung air hujan yang datang, ketika kapasitas sudah penuh, secara otomatis akan mengalir melalui pipa menuju generator.

Proses perjalanan air dari tangki menuju generator inilah yang dimanfaatkan kedua mahasiswi ini untuk mendulang energi listrik.

“Cara kerjanya serupa dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai,” ujar Aziza kepada Kompas.com, di Senopati, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Kemudian Aziza menambahkan, setelah air sampai ke generator, selanjutnya akan dialihkan ke sistem filtrasi guna mendaur ulang air tersebut sehingga menghasilkan air bersih.

“Air menjadi masalah bersama masyarakat modern, konsep ini juga menawarkan solusi atas permasalahan tersebut,” papar Aziza.

Sementara itu, Jessica menambahkan jika konsep ini sangat cocok diterapkan ke gedung-gedung yang di dalamnya terdapat banyak aktifitas manusia. Contohnya apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Karena selain air hujan, terang Jessica, konsep ini juga dapat memanfaatkan air limbah yang dihasilkan dari gedung-gedung komersil tersebut.

“Dari air cuci tangan, aktivitas di kamar mandi hingga air AC,” ucap dia.

Ide konsep yang dibuat Aziza dan Jessica tersebut rupanya berhasil memenangkan kompetisi Go Green in The City 2019 (GGiTC) yang digagas Schneider Electric.

Sebagai informasi, kompetisi tersebut ditunjukan bagi mahasiswa atau mahasiswi untuk ambil bagian mencari solusi pengelolaan energi yang efisien di kawasan perkotaan dan berdampak positif terhadap lingkungan.

“Pada 22 Agustus nanti mereka berdua akan mewakili Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk memperebutkan tiket ke kompetisi puncak di Barcelona dan Spanyol awal Oktober nanti,” ungkap Human Resources Director Schneider Electric Indonesia Indah Prihardini.[]Sumber:kompas

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.