19 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Penutupan Pengajian Milenial Kecamatan Pandrah
Abiya: Dapat Donasi 300 Juta, Siap Santuni Seribu Anak Yatim Jeunieb Raya

...

  • portalsatu.com
  • 01 May 2019 07:30 WIB

 

Menjelang memasuki bulan Ramadan para milineal dan Muspika Pandrah gelar penutupan pengajian pemuda Al Fatta pada Selasa, (30/04/2018) Malam.

Kali ini merupakan pengajian untuk edisi bulan Mei 2019 berlangsung di Meunasah Gampong Pandrah Kandeh Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. 

Ketua Pemuda Kecamatan Pandrah Teuku Aiyub selaku panitia pelaksana mengatakan pengajian pemuda Al Fatta rutin dilaksanakan setiap bulan dilokasi yang berbeda secara bergilir di 19 Gampong dalam Kecamatan Pandrah.

 “Malam ini pengajian kali ke-4 edisi bulan Mei 2019 sekaligus pengajian penutupan menjelang bulan puasa,” jelas Aiyub.

Selama 4 bulan ini lanjut Aiyub pihaknya telah mengutip sumbangan per kepala keluarga di 19 Gampong dalam Kecamatan Pandrah dan beras segenggam dari rumah ke rumah untuk kebutuhan acara santunan seribu anak yatim di tiga Kecamatan Jeunieb Raya (Pandrah, Peulimbang dan Jeunieb).

Sementara itu pengasuh sekaligus pembimbing pengajian pemuda Al Fatta Kecamatan Pandrah Tgk. M. Yusuf Nasir atau Abiya Rahul Mudi menyebut para kaum milenial di tiga Kecamatan Jeunieb Raya telah siap melaksanakan acara santunan seribu anak yatim.

“Insya Allah malam ini barisan muda Jeunieb Raya akan melaksanakan santunan seluruh anak yatim di Kecamatan Pandrah, Peulimbang dan Jeunieb, lokasinya di lapangan Muspika Jeunieb dengan anggaran total 300 Juta Rupiah dan 5 ton beras,” sebut Abiya yang juga Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat. 

Dikatakan Abiya santunan ini setidaknya mengurangi beban hidup anak-anak yatim di hari meugang nanti, .

"Apa kita pernah berpikir atau melihat hari ini mereka makan apa? Tanya diri kita masing-masing di tahun ini, pernahkah kita melihat kondisi atau bertanya kepada anak-anak yatim tetangga kita! Hal ini pernah saya alami betapa pahitnya sisi kehidupan sosial anak yatim ingin menikmati kehidupan yang normal layaknya anak-anak lain bisa memiliki sesuatu tinggal bilang sama bapaknya, tapi mustahil bagi anak-anak yatim urusan makan saja tidak teratur, kondisi ini pernah saya alami karena saya dulu pernah menjadi yatim di umur 11 tahun," tutup Abiya Rahul Mudi.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.